Portalandalas.com - Harga telur ayam ras di Kota Sungai Penuh tengah mengalami lonjakan cukup tajam. Saat ini, satu butir telur dijual dengan harga sekitar Rp2.000, meski ukuran telur yang beredar di pasaran cenderung lebih kecil dari biasanya.
Salah seorang pedagang warung di Sungai Penuh, Lina Karmila, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut kerap menuai keluhan dari pembeli. Tidak sedikit pelanggan yang mempertanyakan harga telur yang dinilai tidak sebanding dengan ukurannya.
“Banyak pembeli yang heran, telurnya kecil tapi harganya mahal. Kami sebagai pedagang juga kesulitan memberi penjelasan karena memang stoknya terbatas,” kata Lina, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, kondisi kenaikan harga dan kelangkaan telur ayam ras ini sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Terbatasnya pasokan dari distributor, ditambah meningkatnya permintaan dalam jumlah besar—termasuk untuk kebutuhan dapur MBG—diduga menjadi penyebab utama.
Lonjakan permintaan yang tidak diimbangi ketersediaan stok membuat harga telur di tingkat pedagang ikut terdongkrak. Dampaknya pun langsung dirasakan masyarakat selaku konsumen akhir.
Lina berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menyikapi persoalan tersebut, terutama dalam mengatur distribusi dan melakukan pengawasan harga agar tidak semakin membebani warga.
“Kami berharap ada perhatian dan pengawasan dari pemerintah supaya harga bisa kembali stabil dan stok telur kembali normal,” tutupnya.

