Portalandalas.com - Konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera kian mendekati kondisi ideal. Jika seluruh ruas jalan tol Lampung–Jambi selesai dibangun dan beroperasi sepenuhnya, maka Tol Trans Sumatera akan tersambung tanpa jeda dari Lampung hingga Jambi. Hal ini diyakini membawa dampak besar terhadap efisiensi waktu perjalanan serta kelancaran distribusi logistik.
Dengan tersambungnya seluruh jaringan tol tersebut, waktu tempuh perjalanan dari Lampung menuju Jambi yang sebelumnya berkisar 10–11 jam diperkirakan dapat dipersingkat menjadi sekitar 8 jam. Perubahan ini akan membuat mobilitas antarwilayah di Sumatera bagian selatan hingga wilayah tengah menjadi jauh lebih cepat, praktis, dan nyaman.
Sesuai rencana operasional, koridor utama Tol Trans Sumatera Lampung–Jambi ditargetkan dapat berfungsi penuh pada tahun 2026. Adapun ruas tol yang membentang menghubungkan kedua provinsi tersebut meliputi:
Bakauheni – Terbanggi Besar (141 km, dikelola INA)
Terbanggi Besar – Kayu Agung (189 km)
Kayu Agung – Palembang – Betung (42,5 km, dikelola Waskita)
Betung – Tungkal Jaya (62 km)
Tungkal Jaya – Bayung Lencir (56 km)
Bayung Lencir – Tempino (33 km)
Tempino – Jambi/Simpang Ness (19 km)
Apabila seluruh ruas ini tersambung secara penuh, pola perjalanan jarak jauh di Sumatera akan mengalami perubahan besar. Perjalanan Jambi–Palembang yang sebelumnya memakan waktu sekitar 7 jam, diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 3 jam.
Sementara itu, rute Palembang–Bakauheni melalui ruas Kayu Agung–Terbanggi Besar diproyeksikan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 hingga 5 jam. Untuk perjalanan lanjutan Bakauheni–Jakarta, termasuk penyeberangan feri sekitar 1,5–2 jam dan perjalanan tol Merak–Jakarta, total waktu tempuh diperkirakan sekitar 3–4 jam.
Dengan skema tersebut, perjalanan darat Jambi–Bakauheni diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar 10–12 jam, jauh lebih efisien dibandingkan kondisi sebelum hadirnya Tol Trans Sumatera.
Kehadiran jaringan tol ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan daya saing kawasan di sepanjang koridor Lampung–Sumatera Selatan–Jambi.

