Serangan AS ke Venezuela Berbuntut Panjang, China dan Rusia Pasang Badan

Menu Atas

Serangan AS ke Venezuela Berbuntut Panjang, China dan Rusia Pasang Badan

Portal Andalas
Selasa, 06 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kabar mengenai langkah China dan Rusia yang secara diam-diam turut melirik Venezuela saat ini menempati posisi teratas dalam daftar Populer Global. Di posisi berikutnya, terdapat artikel yang menyoroti kemarahan China atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Sementara itu, berita terkait ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan ke negara-negara lain juga menyedot perhatian pembaca di kanal Global Kompas.com. 1. China dan Rusia Diam-diam Melirik Venezuela, Ada Agenda Tersembunyi Situasi di Venezuela kian memanas seiring kehadiran armada militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Laut Karibia. Kapal perang AS kini tidak hanya memburu kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba, tetapi sejak Desember 2025 juga mulai menghentikan dan memeriksa kapal tanker minyak milik Venezuela. Meski keterlibatan rezim Presiden Nicolas Maduro dalam jaringan perdagangan narkotika masih menjadi perdebatan para analis, satu fakta sulit dibantah: sektor minyak merupakan tulang punggung perekonomian Venezuela. 2. China Murka atas Serangan AS ke Venezuela: Kami Bukan Polisi Dunia Pemerintah China melontarkan kecaman keras terhadap operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Beijing menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan suatu negara serta bertentangan dengan prinsip hukum internasional. Kritik tegas itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, melalui pernyataan resmi pada Minggu (4/1/2026), sehari setelah operasi militer AS dilakukan. 3. Setelah Menyerang Venezuela, Trump Isyaratkan Serangan ke Negara Lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa Washington membuka kemungkinan mengambil tindakan terhadap negara-negara lain pasca-serangan militer AS ke Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Minggu (4/1/2026) saat menanggapi pertanyaan mengenai operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selain melontarkan ancaman terhadap Kolombia, Trump juga menyebut Kuba berada di ambang kehancuran serta kembali menegaskan keinginannya untuk menguasai Greenland. 4. Maduro Disingkirkan, Trump Dukung Wapres Jadi Presiden Sementara Venezuela Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat sempat memicu kekosongan kekuasaan di Venezuela dan memperparah kekacauan politik serta militer di negara tersebut. Kondisi genting ini terjadi setelah militer AS melancarkan serangan udara ke Caracas dan sejumlah wilayah lain pada Sabtu (4/1/2026) dini hari, disusul kabar bahwa Maduro telah dibawa keluar dari Venezuela. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan dukungannya terhadap Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk menjabat sebagai presiden sementara, sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak. 5. Korban Tewas Serangan AS di Venezuela Tembus 80 Orang, Pengawal Maduro Banyak Gugur Jumlah korban jiwa akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dilaporkan mencapai 80 orang. Menurut keterangan seorang pejabat senior Venezuela yang dikutip The New York Times, angka tersebut masih berpotensi bertambah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Baca Juga