Sawah Terendam, Petani Menunggu: Ketahanan Pangan Sungai Penuh Diuji

Menu Atas

Sawah Terendam, Petani Menunggu: Ketahanan Pangan Sungai Penuh Diuji

Portal Andalas
Selasa, 20 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Di tengah upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh memperluas Gerakan Penanaman Padi ke seluruh kecamatan demi memperkuat ketahanan pangan, kondisi di lapangan justru menyisakan persoalan serius. Ribuan hektare sawah hingga kini belum dapat digarap akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kota Sungai Penuh, dari total 3.507,4 hektare lahan baku sawah, sekitar 1.470 hektare masih belum produktif. Lahan-lahan tersebut terus tergenang air dan belum sepenuhnya pulih sejak banjir besar pada 2023. Kepala DTPHP Kota Sungai Penuh, Suarman, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan produksi padi daerah. Sawah yang terdampak umumnya berada di sisi kiri dan kanan jembatan layang, kawasan yang secara teknis membutuhkan penanganan khusus agar dapat kembali difungsikan. “Lahan itu belum bisa ditanami karena masih tergenang air. Kalau dipaksakan justru akan merugikan petani,” kata Suarman. Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan rencana normalisasi, mulai dari perbaikan sistem drainase hingga pemulihan fungsi lahan sawah. Namun realisasi program tersebut belum berjalan optimal lantaran masih menunggu kepastian dukungan anggaran. Meski dihadapkan pada keterbatasan, Pemkot Sungai Penuh tetap berupaya menjaga sektor pertanian dengan memaksimalkan lahan yang masih memungkinkan untuk digarap. Apalagi, mulai 2026 pemerintah pusat mewajibkan setiap desa mengalokasikan minimal satu hektare lahan pertanian melalui skema Anggaran Dana Desa (ADD) sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. “Program dari pusat ini bisa menjadi peluang. Sungai Penuh memiliki rekam jejak panjang sebagai daerah penghasil padi berkualitas di Sumatera,” ujar Suarman. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan instruksi penanaman. Pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana menjadi faktor krusial yang akan menentukan masa depan produksi padi lokal. DTPHP juga mengimbau para petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, melaporkan kendala yang dihadapi di lapangan, serta tidak memaksakan aktivitas tanam di lahan yang belum siap. Tanpa penanganan menyeluruh terhadap sawah terdampak banjir, target perluasan tanam padi dikhawatirkan hanya akan berhenti sebagai rencana di atas kertas.

Baca Juga