Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci kembali menunjukkan gerak cepat dalam penegakan hukum. Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pemuda di Kecamatan Air Hangat Timur berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah kejadian, pada Minggu malam (25/1/2026).
Pengungkapan kasus ini mengacu pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/7/I/2026/SPKT/Polres Kerinci/Polda Jambi tertanggal 25 Januari 2026. Korban diketahui bernama Rafi (18), yang mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju RS M. Thalib Sungai Penuh.
Terduga pelaku berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Ia diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Proses penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan. Usai menerima laporan sekitar pukul 17.00 WIB, tim opsnal segera melakukan penyelidikan dan pelacakan secara intensif.
Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku diketahui melarikan diri ke wilayah Danau Kerinci. Sekitar pukul 21.30 WIB, aparat berhasil mengamankan SS di tepi jalan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolres Kerinci untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru Pasal 466 ayat (3). Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengingat korban dan sejumlah saksi masih berusia di bawah umur.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihak kepolisian akan melakukan otopsi. Meski pemeriksaan awal tidak menemukan luka terbuka yang mencolok, langkah ini dilakukan demi kepastian hukum.
“Kami telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan mereka menyetujui pelaksanaan otopsi. Pelaksanaannya juga bekerja sama dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang,” kata AKP Very Prasetiawan.
Polres Kerinci mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berjalan.
Hingga berita ini dipublikasikan, motif kejadian tersebut masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian.
