Portalandalas.com - Masalah sampah di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, hingga kini masih menjadi persoalan serius yang belum menemukan solusi tuntas. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI Komisi VII, Rocky Chandra, yang mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) untuk ikut turun langsung membantu penanganan sampah di wilayah ujung barat Provinsi Jambi tersebut.
Menurut Rocky, persoalan pengelolaan sampah tidak semestinya hanya terpusat di kota-kota besar. Daerah kecil seperti Kota Sungai Penuh juga membutuhkan perhatian serius, mengingat kondisi sampah di wilayah itu sudah tergolong memprihatinkan.
Ia menilai, belum tertatanya pengelolaan sampah di Sungai Penuh salah satunya disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah. Karena itu, Rocky menegaskan pentingnya peran pemerintah pusat agar persoalan ini tidak berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih besar.
Rocky juga mengingatkan agar masalah sampah tidak dibiarkan berlarut-larut hingga semakin sulit ditangani. Ia mengaku telah mengajukan proposal resmi ke Kemen-LHK terkait penanganan sampah di Sungai Penuh dan berharap segera mendapat tindak lanjut konkret.
Ia menekankan, tanpa dukungan pemerintah pusat, persoalan sampah berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Minimnya fasilitas pengolahan, keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta lemahnya sistem pengelolaan disebutnya sebagai faktor utama masalah ini terus berulang.
Menurut Rocky, persoalan sampah bukan hanya soal keindahan kota, tetapi sudah menyentuh aspek kesehatan publik dan keberlanjutan lingkungan. Dengan keterbatasan APBD Kota Sungai Penuh, kehadiran nyata Kemen-LHK dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Ia pun mendorong adanya campur tangan pemerintah pusat melalui penyediaan infrastruktur, pendampingan teknis, penguatan regulasi, serta pengawasan yang lebih kuat. Rocky juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Sungai Penuh agar penanganan sampah bisa berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Rocky Chandra di tingkat nasional. Ia menjelaskan bahwa usulan bantuan alat pengolah sampah skala besar ke Kemen-LHK sebenarnya telah lama diajukan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh dan kini hanya tinggal menunggu persetujuan.
Alfin mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Sungai Penuh didominasi oleh limbah plastik, sehingga dibutuhkan mesin pengolahan dengan kapasitas minimal 10 hingga 20 ton per hari. Selain ke pemerintah pusat, permohonan bantuan juga telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jambi.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Sungai Penuh tetap berupaya menekan volume sampah, antara lain dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Renah Kayu Embuh serta membentuk 24 TPS3R berbasis pemberdayaan masyarakat, meskipun belum semuanya beroperasi secara optimal.
Berdasarkan jumlah penduduk sekitar 102 ribu jiwa, potensi produksi sampah di Kota Sungai Penuh diperkirakan bisa mencapai 51 ton per hari, meski realisasi di lapangan belum menyentuh angka tersebut. Selain TPS3R, Pemkot juga terus mendorong pengembangan bank sampah sebagai bagian dari solusi pengurangan volume sampah.
Alfin menambahkan, keberadaan bank sampah sudah mulai memberikan dampak positif, namun dukungan Kemen-LHK tetap menjadi faktor penting agar penanganan sampah di Kota Sungai Penuh dapat dilakukan secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan.

