Kopi Kerinci Tahan Banting, Harga Tak Goyah Usai Libur Tahun Baru

Menu Atas

Kopi Kerinci Tahan Banting, Harga Tak Goyah Usai Libur Tahun Baru

Portal Andalas
Kamis, 08 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Sungai Penuh — Setelah masa libur Natal dan Tahun Baru, kabar menggembirakan datang dari sentra kopi Kabupaten Kerinci, Jambi. Di saat permintaan kopi di pasar global mengalami penurunan, harga biji kopi di tingkat petani Kerinci justru masih menunjukkan kestabilan. Hingga awal Januari ini, harga biji kopi berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp62.000 per kilogram, menyesuaikan mutu hasil panen. Kondisi ini menjadi kabar positif bagi para petani kopi Kerinci yang selama ini sangat bergantung pada dinamika harga pasar. Salah seorang pedagang kopi, Mulyadi, menyebut bahwa meskipun terjadi pelemahan permintaan dari pasar internasional, dampaknya belum dirasakan secara signifikan oleh petani di daerah tersebut. “Permintaan dari luar negeri memang mengalami penurunan, sehingga harga kopi dunia ikut tertekan. Namun, untuk saat ini harga di tingkat petani Kerinci masih relatif stabil,” ujar Mulyadi, Selasa (6/1/2025). Ia menilai, karakter rasa khas yang dimiliki kopi Kerinci menjadi salah satu faktor penting yang mampu menjaga harga tetap bertahan. Selain itu, ketersediaan stok biji kopi di kalangan petani masih dalam kondisi normal, sehingga tidak memicu penurunan harga. Meski demikian, Mulyadi mengingatkan bahwa situasi ini berpotensi berubah dalam waktu dekat. Ia memprediksi harga biji kopi dapat tertekan ketika musim panen mulai berlangsung di sejumlah negara produsen utama kopi dunia. “Ketika memasuki musim panen, terutama di negara-negara besar seperti Brasil, Vietnam, Kolombia, termasuk Indonesia, pasokan biasanya meningkat dan itu bisa berdampak pada harga,” jelasnya. Di tengah fluktuasi pasar global yang sulit diprediksi, para petani kopi Kerinci diimbau untuk terus menjaga mutu hasil panen. Kualitas dinilai menjadi faktor kunci agar kopi Kerinci tetap memiliki daya saing, baik di pasar dalam negeri maupun internasional, meski kondisi pasar terus mengalami perubahan.

Baca Juga