Kampung Bahagia Jadi Program Prioritas, 1.583 RT Siap Bergerak Serentak

Menu Atas

Kampung Bahagia Jadi Program Prioritas, 1.583 RT Siap Bergerak Serentak

Portal Andalas
Sabtu, 31 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Keberhasilan pelaksanaan Program Kampung Bahagia pada tahun 2025 di 67 Rukun Tetangga (RT) menjadi tonggak penting dalam pembangunan berbasis lingkungan di Kota Jambi. Capaian positif ini mendorong Pemerintah Kota Jambi untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada tahun 2026. Jika pada 2025 program ini masih bersifat percontohan (pilot project), maka pada 2026 Program Kampung Bahagia resmi dilaksanakan secara menyeluruh dengan menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi. Keberhasilan tahap awal tidak hanya terlihat dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya keterlibatan warga, kuatnya budaya gotong royong, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan program yang berbasis swadaya dan musyawarah. Berdasarkan capaian tersebut, Pemerintah Kota Jambi menetapkan Program Kampung Bahagia sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026. Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa perluasan program ini merupakan respons atas manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat. Menurutnya, Program Kampung Bahagia telah terbukti efektif di lapangan. Berawal dari 67 RT pada 2025 dengan hasil yang sangat positif, program ini kemudian diperluas secara masif pada 2026. Program Kampung Bahagia dirancang sebagai model pembangunan berbasis komunitas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mencakup aspek lingkungan, sosial, kesehatan, pendidikan keluarga, hingga penguatan ekonomi rumah tangga. Seluruh kegiatan disusun melalui mekanisme musyawarah warga, sehingga setiap RT memiliki fokus pembangunan yang berbeda sesuai kebutuhan lokal masing-masing. Untuk menjamin tata kelola berjalan optimal, pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap. Kelompok A melaksanakan kegiatan pada Januari hingga Juli 2026, sedangkan Kelompok B pada Agustus hingga Desember 2026. Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa seluruh tahapan program telah dirancang secara sistematis dan terstruktur. Ia menyebutkan, pada tahun 2026 program ini menyasar 1.583 RT, dengan tahapan yang disiapkan secara menyeluruh, mulai dari rekrutmen pendamping, sosialisasi, pembentukan kelompok kerja (Pokja), hingga mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban. Tahapan pelaksanaan dimulai sejak Januari 2026 dengan rekrutmen tenaga pendamping serta sosialisasi kepada ketua RT, OPD terkait, camat, lurah, dan tim pelaksana. Pada Februari dilakukan rembuk warga, pembentukan Pokja, pemetaan potensi swadaya, serta penyusunan rencana kerja. Pada Maret dilakukan penyusunan proposal, yang kemudian dilanjutkan dengan pencairan dana ke rekening Pokja pada April. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada April–Mei 2026, kemudian ditutup dengan serah terima hasil kegiatan dan laporan pertanggungjawaban pada Juni 2026. Besaran dana bantuan disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK) di masing-masing RT. RT dengan lebih dari 100 KK menerima Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK memperoleh Rp70 juta, dan RT dengan kurang dari 60 KK mendapatkan Rp50 juta. RT yang menjadi lokasi pilot project pada 2025 akan dijadikan model percontohan sekaligus pusat rujukan bagi RT lain dalam pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026. Dengan perluasan ke seluruh RT, tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pembangunan lingkungan secara masif di Kota Jambi. Pola pembangunan pun tidak lagi bertumpu dari atas, melainkan tumbuh dari bawah—berawal dari rumah warga, lorong-lorong kampung, hingga kekuatan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan kota.

Baca Juga