Portalandalas.com - Dalam upaya menjaga kondisi tubuh tetap sehat, vitamin D memiliki peranan yang sangat penting. Nutrisi ini berfungsi untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kepadatan tulang, serta mendukung kinerja berbagai organ vital.
Sayangnya, tidak semua orang bisa mencukupi kebutuhan vitamin D hanya dari paparan sinar matahari. Hal ini terutama dialami oleh mereka yang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan atau jarang terpapar cahaya matahari secara langsung.
Oleh sebab itu, mengonsumsi minuman yang mengandung vitamin D dapat menjadi alternatif praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Melalui artikel ini, Anda akan mengenal sejumlah jenis minuman yang berpotensi membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh, lengkap dengan penjelasan manfaatnya dan alasan mengapa minuman tersebut layak dijadikan bagian dari rutinitas kesehatan sehari-hari.
Mengutip laman RBC Ukraine, Kamis (4/12), berikut empat jenis minuman yang dapat membantu menambah asupan vitamin D.
1. Jus jeruk
Jus jeruk yang telah diperkaya (fortifikasi) vitamin D menjadi salah satu pilihan minuman yang dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ini.
Dalam satu gelas jus jeruk fortifikasi, umumnya terkandung sekitar 100 IU vitamin D, atau sekitar 17 persen dari kebutuhan harian.
Selain vitamin D, jus jeruk fortifikasi juga biasanya mengandung kalsium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Sementara itu, jus jeruk alami tanpa fortifikasi tetap memiliki nilai gizi yang baik. Minuman ini dikenal kaya vitamin C yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.
Jus jeruk juga mengandung folat dalam jumlah sedang, serta vitamin B1 dan vitamin A meskipun tidak terlalu tinggi. Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan jus jeruk sebagai minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan, terutama jika dikonsumsi secara rutin dan tidak berlebihan.
2. Kaldu jamur
Jamur merupakan satu-satunya sumber nabati yang secara alami mengandung vitamin D. Vitamin ini terbentuk ketika jamur terpapar sinar ultraviolet, baik dari matahari maupun sumber UV buatan.
Kadar vitamin D tertinggi biasanya terdapat pada jamur yang dikeringkan atau dijemur di bawah sinar UV.
Saat jamur dimasak dan direbus, sebagian kecil vitamin D dapat larut ke dalam kaldunya, meskipun mayoritas tetap berada pada daging jamur itu sendiri.
Karena itu, kaldu jamur memang dapat menyumbang vitamin D, tetapi jumlahnya tidak sebanyak jika jamurnya dikonsumsi secara langsung.
Selain itu, proses memasak yang terlalu lama dapat menyebabkan penurunan kadar vitamin D. Meski demikian, kaldu jamur tetap dapat menjadi pilihan tambahan nutrisi, terutama bagi mereka yang menyukai rasa gurih alami jamur dan ingin menambah variasi sumber vitamin D dari bahan nabati.
3. Susu fortifikasi
Susu fortifikasi adalah susu yang telah diperkaya dengan nutrisi tambahan oleh produsen untuk melengkapi kandungan gizi yang mungkin berkurang selama proses pengolahan.
Nutrisi yang paling umum ditambahkan adalah vitamin D dan kalsium, mengingat keduanya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung sistem imun.
Beberapa produk susu fortifikasi juga dilengkapi dengan vitamin A, vitamin B12, protein, atau yodium untuk meningkatkan manfaat kesehatannya.
Berdasarkan ketentuan US Dairy Council, susu yang diperkaya vitamin D umumnya mengandung sekitar 100 hingga 150 IU vitamin D per sajian.
Sebagai contoh, satu cangkir susu fortifikasi rendah lemak (1 persen) mengandung sekitar 104 IU vitamin D, atau setara dengan 17 persen dari kebutuhan harian.
Hal ini menjadikan susu fortifikasi sebagai pilihan minuman yang praktis dan mudah untuk membantu memenuhi asupan vitamin D, terutama bagi mereka yang jarang terpapar sinar matahari.
4. Susu nabati
Susu nabati seperti susu kedelai, almond, dan beras semakin diminati sebagai alternatif pengganti susu sapi, terutama bagi individu dengan intoleransi laktosa, vegan, atau yang memiliki preferensi diet tertentu.
Namun perlu diketahui bahwa sebagian besar susu nabati tidak mengandung vitamin D secara alami. Kandungan vitamin D baru akan tersedia jika produk tersebut telah melalui proses fortifikasi oleh produsen.
Karena itu, konsumen disarankan untuk selalu membaca label kemasan sebelum membeli susu nabati.
Pastikan terdapat keterangan mengenai penambahan vitamin D, baik dalam bentuk vitamin D2 maupun D3, serta informasi jumlahnya dalam persentase kebutuhan harian.
Dengan cara ini, susu nabati tetap dapat menjadi pilihan minuman sehat yang berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan vitamin D, meskipun tanpa konsumsi produk hewani.
Kebutuhan Harian Vitamin D
Kebutuhan vitamin D harian untuk orang dewasa umumnya berkisar 600 IU, sesuai rekomendasi dari Office of Dietary Supplements.
Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu berbagai proses metabolisme.
Sumber alami vitamin D paling tinggi biasanya berasal dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, sarden, dan trout. Selain itu, kuning telur dan beberapa jenis jamur juga mengandung vitamin D secara alami.
Sejumlah produk makanan juga diperkaya dengan vitamin D, seperti yogurt, keju, dan sereal, guna membantu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya akan lebih optimal jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, atau minyak zaitun.
Mengombinasikan sumber vitamin D dengan lemak sehat dapat membantu tubuh memanfaatkan nutrisi ini secara lebih maksimal.

