Jarang Disadari, 70 Persen Sistem Imun Ternyata Ada di Usus

Menu Atas

Jarang Disadari, 70 Persen Sistem Imun Ternyata Ada di Usus

Portal Andalas
Kamis, 08 Januari 2026
Bagikan:

Saat memasuki periode ketika flu dan batuk lebih mudah menyerang, menjaga kekuatan sistem imun menjadi hal yang sangat penting. Vaksinasi, kebiasaan mencuci tangan, serta tidur yang cukup sering disebut sebagai langkah utama untuk tetap sehat. Namun, asupan makanan sehari-hari—termasuk menu sarapan—juga memiliki peran besar dalam menjaga daya tahan tubuh. Selama ini, vitamin C kerap dianggap sebagai nutrisi andalan untuk memperkuat imunitas. Tak heran jika jus jeruk atau sayuran seperti paprika sering menjadi pilihan favorit. Meski peran vitamin C tidak diragukan, perhatian para peneliti kini semakin tertuju pada organ lain yang sangat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, yakni saluran pencernaan. Peran Usus dalam Sistem Kekebalan Tubuh Saluran pencernaan tidak hanya berfungsi mencerna makanan. Di dalamnya hidup triliunan mikroorganisme yang terus berinteraksi dengan sistem imun. Bahkan, sebagian besar sel imun manusia berada di area sekitar usus. “Sekitar 70 persen sistem kekebalan tubuh berada di saluran cerna, menyelimuti usus dan berinteraksi langsung dengan mikrobioma,” kata Dr. Will Bulsiewicz, MD, dokter spesialis gastroenterologi sekaligus direktur medis ZOE di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Parade, Sabtu (3/1/2026). Ia menjelaskan bahwa keseimbangan mikrobiota usus membantu tubuh membedakan zat yang tidak berbahaya dari ancaman serius seperti virus dan bakteri. Probiotik dan Makanan Fermentasi Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan usus adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang berperan menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran cerna. Menurut Bulsiewicz, kebiasaan mengonsumsi makanan fermentasi setiap hari dapat membantu menurunkan peradangan dan membangun sistem imun yang lebih kuat. “Salah satu pilihan makanan fermentasi yang mudah dikonsumsi saat sarapan adalah yogurt,” ujarnya. Yogurt, khususnya yang mengandung kultur hidup aktif, merupakan sumber probiotik yang praktis dan mudah ditemukan. Jika dipadukan dengan buah beri yang kaya antioksidan, menu ini dinilai dapat memberikan perlindungan tambahan bagi daya tahan tubuh. Cara Kerja Probiotik dalam Mendukung Imunitas Pandangan serupa disampaikan oleh Dr. Jason Korenblit, MD, seorang ahli gastroenterologi. Ia menekankan bahwa sistem imun tidak hanya bekerja di saluran pernapasan. “Sebagian besar sistem kekebalan tubuh berada di sekitar usus. Bahkan, jumlah bakteri di dalam usus kita jauh melebihi jumlah sel tubuh manusia,” jelasnya. Korenblit menerangkan bahwa probiotik mendukung imunitas melalui berbagai cara, termasuk menjaga keseimbangan mikroba usus, terutama setelah terganggu oleh penyakit atau penggunaan antibiotik. Selain itu, probiotik membantu menghasilkan senyawa bermanfaat dan memengaruhi respons imun tubuh. Beberapa jenis probiotik bahkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dengan mengambil alih ruang dan nutrisi di usus, sekaligus memperkuat lapisan pelindung dinding usus. Apakah Probiotik Bisa Mencegah Penyakit? Meski manfaat probiotik bagi sistem imun terus diteliti, para ahli mengingatkan bahwa efeknya tidak bisa disimpulkan secara sederhana. Dr. James Cox, MD, ahli gastroenterologi dan pengajar kedokteran kuliner di Texas Christian University, menyebut bahwa kondisi mikrobioma usus dapat berubah dari waktu ke waktu. “Sulit memastikan dampak satu kebiasaan saja terhadap sistem imun. Orang yang rutin makan yogurt biasanya juga menjalani gaya hidup sehat lainnya,” ujarnya. Meski demikian, Cox mengakui banyak orang merasakan kondisi tubuh yang lebih baik setelah rutin mengonsumsi makanan fermentasi. Sebagian bahkan melaporkan durasi pilek yang lebih singkat atau frekuensi sakit yang berkurang. Sementara itu, Dr. Farnaz Tabatabaian, MD, dokter penyakit dalam dengan fokus pada imunologi, menyebut sejumlah penelitian menunjukkan bahwa probiotik dapat mengurangi frekuensi dan lamanya sakit. “Probiotik membantu tubuh mengenali patogen dengan lebih efektif dan menekan peradangan. Kedua hal ini dapat mempercepat proses pemulihan,” jelasnya. Meski begitu, para pakar sepakat bahwa probiotik bukanlah solusi tunggal. Jika seseorang mengalami stres berlebihan, kurang tidur, atau kekurangan nutrisi penting, konsumsi probiotik saja tidak cukup untuk mencegah penyakit. Namun, bila dipadukan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, probiotik dapat menjadi salah satu penopang penting bagi kesehatan sistem imun.

Baca Juga