Gubernur Jambi Al Haris: Pemprov Jambi dan BI Komitmen Kendalikan Inflasi

Menu Atas

Gubernur Jambi Al Haris: Pemprov Jambi dan BI Komitmen Kendalikan Inflasi

Portal Andalas
Selasa, 27 Januari 2026
Bagikan:

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat komitmen bersama Bank Indonesia dalam mengendalikan laju inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menghadirkan toko pengendali inflasi di sejumlah pasar untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah Jambi.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (26/1/2026) pagi.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi atas peran aktif dan konsistensinya dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah, khususnya dalam upaya pengendalian inflasi.
Menurut Al Haris, kontribusi Bank Indonesia saat ini tidak hanya terbatas pada kebijakan moneter, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat melalui pembinaan UMKM, industri rumahan, petani, serta pelaku usaha. Hal tersebut dinilainya sebagai langkah luar biasa dalam memperkuat ekonomi rakyat.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BI Jambi sebelumnya, Warsono, atas dedikasi dan dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai Warsono mampu membangun hubungan kerja yang solid dengan berbagai pihak dan mendoakan kesuksesan di tempat tugas yang baru.
Al Haris menambahkan, sinergi antara BI Jambi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam TPID telah memberi dampak signifikan terhadap terjaganya daya beli masyarakat serta kesinambungan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Ia juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi daerah sempat mengalami perlambatan akibat fluktuasi harga komoditas, khususnya cabai. Meski Kerinci dikenal sebagai wilayah pertanian, distribusi hasil panen ke daerah lain seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu turut memengaruhi stabilitas harga di Jambi.
Berdasarkan data, inflasi Provinsi Jambi secara tahunan (year on year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,71 persen dan masih tergolong stabil dibandingkan daerah lain di Indonesia. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2025 mencapai 4,77 persen. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, serta pihak terkait dalam menjaga inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menuturkan bahwa kondisi ekonomi Jambi secara umum cukup baik. Daya beli masyarakat terjaga, angka pengangguran dan kemiskinan menunjukkan tren penurunan, serta indikator ekonomi lainnya berada pada posisi positif. Meski demikian, harga cabai masih menjadi tantangan karena pergerakannya yang tidak stabil. Bahkan, Jambi kini masuk lima besar provinsi dengan kinerja ekonomi terbaik di Indonesia.
Dalam sesi wawancara dengan media, Al Haris kembali menegaskan bahwa BI Jambi memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai program pengembangan UMKM, penguatan ekonomi dan keuangan, serta upaya mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berdaya saing demi terwujudnya Jambi yang maju dan sejahtera secara berkelanjutan.
Ia juga kembali menyampaikan terima kasih kepada Warsono atas kontribusi aktifnya dalam memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah dan pendampingan terhadap pelaku UMKM. Selain itu, Al Haris menyambut Kepala Perwakilan BI Jambi yang baru, Tedy Arief Budiman, dan berharap kepemimpinan baru tersebut mampu melanjutkan bahkan meningkatkan kinerja dengan berbagai inovasi.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas kemitraan yang erat dengan BI Jambi. Ia menyampaikan bahwa promosi Warsono merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tantangan baru setelah menjalani proses pembinaan di Jambi.
Perry Warjiyo juga menegaskan bahwa Bank Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Ia memaparkan lima fokus utama BI di Provinsi Jambi, meliputi pemenuhan kebutuhan uang layak edar hingga pelosok daerah, pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, dorongan pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan karet, penguatan ekonomi kerakyatan termasuk UMKM dan ekonomi syariah, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Perry juga memperkenalkan Tedy Arief Budiman sebagai penerus kepemimpinan BI Jambi. Ia menyebut Tedy memiliki pengalaman panjang memimpin kantor perwakilan BI di berbagai daerah dan telah ditempa di Kantor Pusat BI. Perry optimistis kepemimpinan Tedy akan mampu memperkuat kinerja BI Jambi ke depan.

Baca Juga