Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan. Mekanisme penyalurannya akan disesuaikan dengan kondisi sosial serta praktik keagamaan di tiap daerah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada siswa yang menjalankan ibadah puasa. Di daerah dengan mayoritas penduduk muslim, makanan MBG tetap dibagikan di sekolah, namun dikemas agar dapat dibawa pulang dan disantap saat waktu berbuka.
“Paket makanan siap konsumsi diberikan pada jam sekolah untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa,” ujar Dadan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut bersifat luwes dan mempertimbangkan kebutuhan setempat. BGN juga memberi kesempatan kepada siswa yang tidak berpuasa di wilayah mayoritas muslim untuk memilih, apakah ingin menyantap makanan di sekolah atau membawanya pulang.
Sementara itu, di daerah dengan penduduk mayoritas non-muslim, pelaksanaan MBG tetap berlangsung seperti biasa. Siswa dapat langsung mengonsumsi makanan di sekolah tanpa perubahan mekanisme.
BGN memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG selama Ramadan agar tepat sasaran dan tetap mendukung pemenuhan gizi para siswa.
