200 Hektare Gandum Direncanakan di Jambi, Ini Kendala Awal Pelaksanaannya

Menu Atas

200 Hektare Gandum Direncanakan di Jambi, Ini Kendala Awal Pelaksanaannya

Portal Andalas
Selasa, 13 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan pengembangan tanaman gandum seluas 200 hektare yang akan dipusatkan di Kabupaten Kerinci dan Merangin. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang mendorong Jambi sebagai salah satu daerah pengembangan komoditas gandum strategis. Meski demikian, hingga Senin (12/1/2026), Pemprov Jambi masih menunggu data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dari Kementerian Pertanian. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Rumusdar, menyebutkan bahwa data tersebut menjadi syarat utama untuk memulai pelaksanaan program di lapangan. “Dalam rapat koordinasi akhir tahun lalu, Jambi ditargetkan menanam gandum seluas 200 hektare. Namun sampai saat ini data CPCL dari kementerian belum kami terima,” ujar Rumusdar di Jambi. Ia menjelaskan, meskipun Kabupaten Kerinci dan Merangin telah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan, penentuan calon petani, lokasi tanam, hingga lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) masih berada dalam kewenangan Kementerian Pertanian. Untuk mencapai target 200 hektare, dibutuhkan lahan uji coba awal minimal lima hektare yang direncanakan berada di kawasan dataran tinggi. Program pengembangan gandum ini tidak hanya difokuskan di Provinsi Jambi, tetapi juga mencakup sejumlah provinsi lain di Sumatera, seperti Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Inisiatif tersebut dinilai strategis dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional. Di tingkat pusat, Kementerian Pertanian memang menempatkan gandum sebagai salah satu komoditas prioritas dalam strategi pangan nasional. Berdasarkan catatan Mureks, gandum telah diidentifikasi sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan secara serius dan berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, Kementan telah mengirim tim ke Yordania dan Brasil guna mempelajari kesesuaian agroklimat. Selain itu, kementerian juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, sektor industri, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam rangka riset dan pengembangan tanaman gandum. Rumusdar berharap program pengembangan gandum di Jambi dapat segera terealisasi dan memberikan hasil yang positif. “Target kita tetap 200 hektare. Tahap awal akan diuji coba di dua wilayah dengan luasan sekitar lima hektare. Mudah-mudahan percobaan ini berhasil,” tutupnya.

Baca Juga