Kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah yang tengah membawa sekelompok wisatawan asing termasuk pelatih tim putri Valencia CF mengalami kecelakaan serius di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Saat berlayar Jumat malam, kapal tersebut meninggalkan pelabuhan dan singgah terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan dalam rencana liburan keluarga. Namun, tak lama setelah berada di tengah laut, mesin kapal mati dan membuat kapal tidak bisa dikendalikan saat gelombang tinggi menghantamnya berulang kali, menyebabkan kapal akhirnya miring dan tenggelam.
Kejadian tragis ini membuat upaya penyelamatan segera dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan kapal patroli, penyelam profesional, serta dukungan aparat setempat sejak malam kejadian. Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan kini mendapatkan perawatan, sementara empat lainnya — termasuk pelatih sepak bola asal Spanyol Fernando Martin Carreras yang usianya 44 tahun dan ketiga anaknya yang masih muda — dilaporkan hilang dan menjadi fokus pencarian intensif. Operasi pencarian diperluas setiap hari, mencakup pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal serta penemuan serpihan kapal di radius beberapa mil laut dari titik kejadian.
Istri korban, yang turut berada dalam kapal namun selamat bersama putri bungsunya, mengisahkan detik-detik ketika kapal mulai kehilangan kendali dan kemudian karam akibat gelombang besar yang datang tiba-tiba. Tragedi ini menuai reaksi luas dari komunitas internasional, termasuk klub Valencia CF sendiri yang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah Indonesia juga mengerahkan upaya percepatan tanggap darurat dan menyoroti pentingnya evaluasi keselamatan transportasi laut wisata di kawasan padat turis demi mencegah insiden serupa di masa mendatang.(fey)
