Portalandalas.com - Banyak orang masih meremehkan arti penting tidur malam yang cukup dan berkualitas. Padahal, kekurangan tidur tidak hanya menyebabkan rasa lelah atau mengantuk di siang hari. Berbagai studi mengungkapkan bahwa pola tidur yang buruk secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung.
Lantas, apa kaitan biologis antara kebiasaan tidur yang tidak sehat dengan organ vital seperti jantung? Mengacu pada informasi dari American Heart Association, terdapat beberapa faktor utama yang menjelaskan hubungan tersebut.
Peningkatan Stres dan Peradangan (Inflamasi)
Tidur yang kurang memadai dapat memicu respons stres dalam tubuh. Kondisi ini membuat tubuh memproduksi hormon stres, seperti kortisol, dalam jumlah lebih tinggi. Jika kadar kortisol terus meningkat dalam jangka panjang, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, kurang tidur juga meningkatkan produksi zat pemicu peradangan yang disebut sitokin. Peradangan kronis ini berperan dalam pembentukan plak pada dinding arteri atau aterosklerosis, yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke.
Gangguan Tekanan Darah dan Irama Jantung
Saat seseorang tidur, tekanan darah seharusnya menurun secara alami. Fase ini penting agar sistem kardiovaskular mendapatkan waktu untuk beristirahat. Namun, jika durasi atau kualitas tidur terganggu, tekanan darah bisa tetap tinggi lebih lama dari seharusnya.
Hipertensi yang berlangsung terus-menerus membuat jantung bekerja lebih berat dan secara perlahan merusak pembuluh darah. Kondisi ini pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
Ketidakseimbangan Gula Darah dan Risiko Obesitas
Kurang tidur juga memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengolah glukosa atau gula darah. Akibatnya, bisa muncul resistensi insulin yang meningkatkan risiko Diabetes Tipe 2. Diabetes sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Di sisi lain, kurang tidur mengacaukan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, yakni ghrelin yang memicu rasa lapar dan leptin yang menimbulkan rasa kenyang. Ketidakseimbangan hormon ini sering kali membuat seseorang makan berlebihan, sehingga berujung pada obesitas, yang juga berbahaya bagi kesehatan jantung.
Gangguan pada Fungsi Endotel
Endotel merupakan lapisan sel tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah dan berperan penting dalam menjaga elastisitas serta kelancaran aliran darah. Kurangnya waktu tidur dikaitkan dengan menurunnya fungsi endotel, sehingga pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang optimal dalam mengatur aliran darah.
Memenuhi kebutuhan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam bukan sekadar untuk menjaga kebugaran mental, tetapi juga merupakan langkah penting dalam melindungi kesehatan jantung. Jika Anda mengalami gangguan tidur yang berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menangani penyebabnya, seperti insomnia atau sleep apnea.

