Genangan air mulai memasuki puluhan rumah warga sejak Jumat malam dan hingga kini belum surut. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu bahkan lumpuh. Warga juga menyebutkan bahwa ketinggian air terus mengalami peningkatan.
Selain merendam permukiman, banjir juga menghambat akses transportasi. Ruas jalan utama Kabupaten Kerinci, tepatnya jalur Koto Lanang menuju Simpang Belui, tidak dapat dilalui karena ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter di wilayah Desa Lubuk Suli.
Salah seorang warga berharap pemerintah Kabupaten Kerinci segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi banjir. Ia menyampaikan bahwa warga saat ini kesulitan beraktivitas dan keluar rumah akibat tingginya genangan air.
“Kami berharap Pemkab Kerinci segera memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Lubuk Suli,” ungkapnya.
