Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus UNAMA Kota Baru dan dihadiri oleh Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus P. Siregar, serta Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol. Handoko.
Dalam kesempatan itu, Kompolnas memantau langsung pelaksanaan tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diikuti para peserta seleksi.
Dr. Supardi Hamid menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip transparansi dan profesionalisme. Ia menjelaskan, sebelumnya Kompolnas juga telah meninjau tahapan pemeriksaan kesehatan, sementara pada hari ini fokus pada pelaksanaan tes psikologi CAT.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi di Polda Jambi menunjukkan keseriusan panitia daerah dalam menjaga integritas proses, termasuk melalui penerapan sistem yang menjamin keadilan bagi seluruh peserta.
Ia menilai proses berjalan secara adil, terlihat dari mekanisme pengambilan nomor peserta secara acak yang kemudian menentukan posisi duduk peserta saat tes berlangsung.
Kompolnas juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam setiap tahapan seleksi, terutama dalam penyampaian hasil kepada peserta dan orang tua secara jelas dan transparan.
Hal ini dinilai penting agar peserta yang tidak lolos dapat memahami alasan secara objektif, sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap proses seleksi.
Selain itu, Kompolnas menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di Polda Jambi, melainkan secara menyeluruh di berbagai Polda di Indonesia guna menjamin kualitas dan profesionalitas rekrutmen anggota Polri.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Polda Jambi berkomitmen menyelenggarakan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Kompolnas merupakan bentuk pengawasan eksternal yang mendukung penerapan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam seluruh tahapan seleksi.
Polda Jambi memastikan bahwa seluruh proses dilakukan secara terbuka dengan memanfaatkan sistem berbasis teknologi, sehingga hasil seleksi benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan seleksi dengan mengedepankan transparansi, termasuk memberikan akses informasi hasil kepada peserta dan orang tua sebagai bagian dari upaya mencetak calon perwira Polri yang profesional dan berintegritas.
