Rahasia Mobil Irit BBM Ternyata Bukan Cuma Cara Nyetir, Tapi Juga Bensinnya

Menu Atas

Rahasia Mobil Irit BBM Ternyata Bukan Cuma Cara Nyetir, Tapi Juga Bensinnya

Portal Andalas
Minggu, 19 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Masih banyak pengguna kendaraan yang belum memahami bahwa jenis bensin yang dipakai ternyata berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Secara umum, semakin tinggi angka oktan atau RON pada bensin, proses pembakaran di dalam mesin akan berlangsung lebih sempurna. Akibatnya, pemakaian BBM berpotensi menjadi lebih hemat dan efisien. Sebaliknya, jika menggunakan bensin dengan nilai oktan lebih rendah, konsumsi bahan bakar sering kali terasa lebih boros. Widodo, pemilik bengkel AD Oya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pernah menjelaskan bahwa bahan bakar beroktan tinggi memang bisa membantu efisiensi kendaraan. “BBM dengan oktan tinggi membuat kendaraan terasa lebih ringan, akselerasi lebih baik, sehingga biasanya lebih irit,” ujar Dodo. Meski demikian, ia menegaskan bahwa gaya berkendara juga sangat berpengaruh, sehingga tingkat kehematan tiap pengemudi tidak bisa disamakan. “Semua tergantung cara mengemudi. Ada yang kebiasaannya sering injak rem, atau pada mobil manual ada yang gas besar dulu baru lepas kopling,” jelasnya. Ia juga mencontohkan pada mobil matik, di mana perbedaan jenis BBM dapat dirasakan dari putaran mesin atau rpm. “Kalau disamaratakan untuk mobil matik tentu ada pengaruh. Misalnya memakai Pertamax, di rpm 800 mobil sudah mulai jalan, sedangkan Pertalite di rpm 1.000 baru bergerak. Itu sudah beda hitungannya,” kata Dodo. Pendapat serupa disampaikan Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi. Menurut Didi, secara logika penggunaan bensin dengan oktan lebih tinggi memang memberikan hasil yang lebih baik bagi kendaraan. “Seharusnya tarikan kendaraan lebih ringan karena oktannya tinggi. Bisa meningkatkan performa mesin dan mungkin juga lebih hemat,” ujar Didi. Ia menambahkan, BBM dengan RON lebih tinggi membuat respons mesin menjadi lebih cepat. “Jadi pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam, cukup sedikit saja kendaraan sudah melaju. Namun tetap tergantung kondisi dan spesifikasi mesin mobilnya,” tutup Didi.

Baca Juga