94% Jalan Terdampak Sudah Bisa Dilalui, Pemulihan Sumatera Dikebut!

Menu Atas

94% Jalan Terdampak Sudah Bisa Dilalui, Pemulihan Sumatera Dikebut!

Portal Andalas
Senin, 20 April 2026
Bagikan:

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penanganan dampak bencana di Pulau Sumatera. Saat ini, sebagian besar infrastruktur konektivitas telah kembali berfungsi sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan normal.

Menteri PU, Dody Hanggodo, memastikan bahwa kondisi jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak secara umum tidak mengalami kendala berarti. Ia menyebutkan bahwa meskipun sempat terjadi longsor, penanganannya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 107 ruas jalan dan 43 jembatan yang terdampak kini telah pulih sepenuhnya. Untuk jaringan jalan daerah, dari total 2.421 ruas yang terdampak, sekitar 2.277 ruas atau 94 persen sudah kembali dapat dilalui. Sementara itu, 792 dari 1.181 jembatan atau sekitar 67 persen telah kembali beroperasi.

Meski sebagian besar telah pulih, pemerintah masih memberikan perhatian khusus pada sejumlah wilayah dengan tingkat kerusakan berat, terutama di Provinsi Aceh. Tantangan utama di daerah tersebut adalah tingginya curah hujan serta endapan lumpur di wilayah hilir yang menghambat proses pemulihan.

Menteri Dody menegaskan bahwa pekerjaan di Aceh harus dipercepat mengingat kondisi cuaca yang masih belum mendukung. Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana lanjutan, Kementerian PU juga mulai mempercepat pengendalian sedimen, termasuk pembangunan sabo dam untuk menahan material kayu dan sedimen dari daerah hulu.

Ia menyoroti kondisi di jalur nasional menuju Gayo Luwes yang masih dipenuhi material kayu, yang dikhawatirkan akan terbawa arus ke wilayah Tamiang. Oleh karena itu, pembangunan sabo dam mulai dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan BMKG terus diperkuat, khususnya dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. Upaya percepatan pembersihan kawasan permukiman juga dilakukan melalui program padat karya, terutama di daerah terdampak seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Pada sektor layanan dasar, pemulihan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Dari 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak, sebanyak 165 unit atau 94 persen telah kembali beroperasi. Untuk penyediaan air baku, pembangunan sumur bor dalam telah mencapai 70 unit atau 27 persen, sedangkan sumur bor dangkal telah mencapai 34 unit atau 86 persen.

Dalam mendukung pemulihan sektor pertanian, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pembersihan lahan sawah dari lumpur serta memastikan jaringan irigasi utama dan sekunder dapat kembali difungsikan.

Kementerian PU juga memastikan pemantauan lapangan dilakukan secara intensif hingga ke daerah terpencil guna mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur darurat, seperti jembatan sementara, agar distribusi logistik tetap lancar.

Menteri Dody pun telah menginstruksikan jajaran terkait untuk rutin melakukan pengecekan lapangan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan, termasuk melalui kerja sama dengan TNI AD apabila dibutuhkan.

Kementerian PU menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanganan bencana secara menyeluruh dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur yang lebih tangguh guna mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga