Proyek Strategis! Jalan Teluk Kiluan–Umbar Jadi Kunci Ekonomi Pesisir

Menu Atas

Proyek Strategis! Jalan Teluk Kiluan–Umbar Jadi Kunci Ekonomi Pesisir

Portal Andalas
Senin, 20 April 2026
Bagikan:

Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terintegrasi. Komitmen ini ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) perbaikan ruas jalan Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar yang ditinjau langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Rabu (15/4/2026).

Pembangunan jalan tersebut menjadi langkah strategis untuk membuka akses menuju kawasan wisata pesisir, terutama Pantai Gigi Hiu yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Destinasi ini memiliki daya tarik berupa formasi batu karang yang menyerupai gigi hiu, dipadukan dengan panorama ombak Samudra Hindia yang memikat wisatawan.

Selama ini, akses menuju lokasi tersebut masih menjadi kendala utama. Kunjungan wisatawan terbatas akibat kondisi jalan yang sulit dilalui. Hal serupa juga dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, yang mengalami hambatan dalam distribusi hasil tangkapan ikan pada musim tertentu karena keterbatasan infrastruktur.

Secara teknis, ruas jalan Teluk Kiluan–Simpang Umbar memiliki panjang sekitar 25 kilometer dengan tingkat kemantapan baru mencapai 52 persen. Pada tahap awal, perbaikan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement selebar 8 meter, yang terdiri dari 6 meter badan jalan dan 2 meter bahu jalan di kedua sisi, serta dilengkapi sistem drainase.

Pembangunan ini didukung anggaran sebesar Rp23,9 miliar dengan target peningkatan kemantapan jalan menjadi 56,27 persen. Ke depan, pengerjaan lanjutan akan terus dilakukan, termasuk pembangunan tambahan di sejumlah titik strategis hingga mencapai Simpang Umbar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar untuk membuka konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat pesisir.

Ia juga menyoroti pentingnya menghubungkan jalur wisata pesisir secara menyeluruh, khususnya dari wilayah Pesawaran hingga Tanggamus. Menurutnya, jika konektivitas tersebut terwujud, akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar bagi daerah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan penguatan ekosistem pariwisata agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jalan saja tidak cukup tanpa dukungan ekosistem yang kuat. Diperlukan intervensi dan dukungan nyata dari pemerintah daerah agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat berjalan optimal.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pemerintah kabupaten memberikan kemudahan, termasuk insentif investasi dan kebijakan yang mendukung pengembangan kawasan wisata.

Ia menambahkan, jika ekosistem pariwisata terbentuk dengan baik, maka sektor ekonomi kreatif, budaya, dan sektor lainnya akan ikut berkembang.

Pembangunan ruas jalan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Potensi kawasan tersebut sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, hingga komoditas unggulan seperti kopi dan kakao di Tanggamus, serta pengembangan agroindustri di wilayah Pesawaran.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem destinasi wisata unggulan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam membuka potensi, menarik investasi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga