Mitos 10.000 Langkah Terbantahkan, Ini Cara Jalan Kaki yang Benar untuk Diet

Menu Atas

Mitos 10.000 Langkah Terbantahkan, Ini Cara Jalan Kaki yang Benar untuk Diet

Portal Andalas
Sabtu, 25 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Jangan lagi terpaku pada target 10.000 langkah apabila tujuan utama Anda adalah menurunkan berat badan. Pakar kebugaran bersama temuan riset terbaru dari Harvard University menyebutkan bahwa waktu khusus yang dialokasikan untuk berjalan dengan intensitas lebih tinggi ternyata jauh lebih efektif membakar lemak dibanding sekadar mengumpulkan langkah dari aktivitas ringan sepanjang hari. Banyak orang merasa sudah cukup berolahraga hanya karena aplikasi di ponsel menunjukkan jumlah langkah yang tinggi dari rutinitas harian, seperti berjalan di kantor, rumah, atau pusat perbelanjaan. Padahal, angka langkah yang besar belum tentu sejalan dengan penurunan berat badan. Menurut pelatih kebugaran Stephanie Mansour, kesalahan ini kerap membuat seseorang mengalami fase plateau, yaitu kondisi ketika berat badan berhenti turun meski merasa sudah aktif bergerak. Hal itu terjadi karena langkah yang terkumpul secara acak sepanjang hari sering kali tidak mencapai intensitas yang cukup untuk meningkatkan metabolisme maupun menaikkan detak jantung secara optimal. ## Mengapa Menghitung Menit Lebih Efektif? Berdasarkan pengalaman profesional Mansour dalam mendampingi klien penurunan berat badan, menetapkan target durasi harian dinilai lebih berhasil karena beberapa alasan berikut: ### 1. Latihan Terfokus Lebih Efektif Menetapkan waktu tertentu, misalnya berjalan cepat selama 30 menit, memastikan Anda benar-benar menyediakan sesi olahraga khusus yang berfungsi sebagai latihan kardio untuk membakar kalori. Ini berbeda dengan sekadar bergerak santai di sela aktivitas harian. ### 2. Membantu Mengurangi Stres Waktu berjalan yang terjadwal juga memberikan manfaat mental. Aktivitas ini dapat membantu menurunkan stres, yang sering menjadi faktor penghambat keberhasilan diet. ### 3. Lebih Fleksibel dan Mudah Dipertahankan Dengan target waktu, Anda dapat menyesuaikan kecepatan maupun jarak sesuai kondisi tubuh setiap hari. Pendekatan ini cenderung lebih realistis dan mudah dijalankan dalam jangka panjang. ## Meski Begitu, Menghitung Langkah Tetap Bermanfaat Walaupun target menit lebih unggul untuk penurunan berat badan, pelacakan langkah tetap memiliki manfaat penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Sebuah studi yang dipublikasikan di PLOS Medicine dan diulas oleh Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa penggunaan alat penghitung langkah atau pedometer mendorong seseorang menjadi lebih aktif. Penelitian terhadap sekitar 1.300 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang rutin memantau jumlah langkah memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah, di antaranya: * 66 persen lebih rendah mengalami serangan jantung atau stroke * 44 persen lebih rendah mengalami patah tulang Temuan ini menegaskan bahwa setiap langkah tetap bernilai bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh. Namun, bila sasaran utama Anda adalah mengecilkan lingkar pinggang, maka durasi latihan menjadi faktor utama. ## Cara Praktis Memulai Rutinitas Jalan Kaki Agar program jalan kaki memberi hasil nyata, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan: ### Mulai dari 30 Menit Cobalah berjalan cepat selama 30 menit setiap hari. Jika terasa berat, bagi menjadi tiga sesi masing-masing 10 menit. ### Gunakan Pelacak Sebagai Motivasi Tetap manfaatkan penghitung langkah untuk memacu semangat hidup aktif, tetapi jadikan sesi jalan kaki khusus sebagai prioritas utama olahraga. ### Tingkatkan Secara Bertahap Tambahkan durasi atau kecepatan setiap satu hingga dua minggu agar tubuh terus beradaptasi dan tertantang. Pada akhirnya, menurunkan berat badan bukan sekadar mengejar angka di layar ponsel, melainkan soal konsistensi menyediakan waktu untuk bergerak secara terarah. Jadi, apakah hari ini Anda sudah menyisihkan 30 menit untuk berjalan kaki?

Baca Juga