Kenapa Banyak Orang Bertahan di Gaji Kecil? Ini Alasan Sebenarnya

Menu Atas

Kenapa Banyak Orang Bertahan di Gaji Kecil? Ini Alasan Sebenarnya

Portal Andalas
Sabtu, 25 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Saat ini mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah, dan kondisi tersebut terasa di banyak tempat. Jumlah lowongan terbatas, perusahaan menjadi lebih selektif karena situasi ekonomi belum sekuat sebelumnya, sementara kemampuan yang dimiliki sebagian pencari kerja kerap belum sesuai dengan kebutuhan industri. Akibatnya, meskipun banyak orang aktif mengirim lamaran, kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak—dengan gaji memadai, jenjang karier jelas, dan jaminan kerja yang baik—semakin sempit. Kondisi ini paling dirasakan oleh kalangan muda yang baru lulus. Di sisi lain, ketika lowongan tersedia, tidak sedikit posisi yang hanya menawarkan upah minimum atau sekadar cukup untuk kebutuhan dasar. Masalahnya bukan hanya soal sedikitnya lowongan, tetapi juga kualitas pekerjaan yang ditawarkan. Banyak pekerjaan bersifat informal, kontrak jangka pendek, atau bergaji rendah. Karena itu, banyak pekerja yang awalnya ingin pindah justru dihadapkan pada kenyataan pahit: pekerjaan memang ada, tetapi belum tentu cukup menjamin kehidupan yang lebih baik. Dalam situasi seperti ini, banyak orang akhirnya memilih bertahan di pekerjaan lama meskipun pendapatannya kecil. Lalu apa alasan di balik keputusan tersebut? ## 1. Jumlah Pencari Kerja Jauh Lebih Banyak dari Lowongan Saat ini jumlah pencari kerja jauh melampaui kesempatan kerja yang tersedia. Setiap tahun lulusan baru terus bertambah, sementara korban PHK juga meningkat. Namun perusahaan tidak selalu membuka posisi baru dalam jumlah sebanding. Akibatnya persaingan menjadi sangat ketat. Satu lowongan bisa diperebutkan puluhan bahkan ratusan pelamar. Bagi pencari kerja, ini berarti peluang dipanggil wawancara atau diterima bekerja menjadi lebih kecil, terutama jika pengalaman kerja dan keterampilan belum terlalu menonjol. Dampaknya antara lain: * Lamaran sering tidak mendapat balasan * Perusahaan mencari kandidat yang dianggap paling sempurna * Banyak orang terpaksa menerima pekerjaan di luar bidangnya atau bergaji rendah agar tidak menganggur ## 2. Perlambatan Ekonomi Membuat Rekrutmen Terbatas Ketika ekonomi melambat, pendapatan perusahaan ikut tertekan. Dalam kondisi seperti itu, banyak perusahaan memilih menekan biaya operasional. Langkah yang paling umum dilakukan adalah menunda perekrutan, mengurangi penerimaan pegawai baru, atau bahkan melakukan PHK. Akibatnya: * Lowongan semakin jarang dibuka * Rekrutmen hanya untuk posisi yang sangat penting * Banyak perusahaan memilih pekerja kontrak atau freelance dibanding karyawan tetap ## 3. Ketidaksesuaian Skill dengan Kebutuhan Industri Masalah lain adalah *skill mismatch*, yaitu ketika kemampuan pencari kerja tidak sejalan dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, lulusan dari jurusan tertentu sangat banyak, tetapi industri justru membutuhkan keterampilan lain seperti digital marketing, analisis data, atau pemrograman. Hal ini bisa terjadi karena kurikulum pendidikan belum menyesuaikan perkembangan industri, pelatihan vokasi terbatas, sementara dunia kerja bergerak jauh lebih cepat. Akibatnya: * Perusahaan sulit menemukan kandidat siap kerja * Lulusan memiliki ijazah tetapi belum punya keterampilan praktis * Banyak lulusan bekerja di sektor informal atau di bidang yang tidak sesuai pendidikan Gabungan ketiga faktor tersebut membuat peluang mendapatkan pekerjaan layak menjadi semakin tipis. Bukan hanya sulit memperoleh pekerjaan, tetapi juga sulit menemukan pekerjaan yang sesuai dengan harapan hidup dan kebutuhan ekonomi. ## Dampak yang Terlihat di Lapangan Kondisi pasar kerja saat ini memunculkan beberapa fenomena: * Banyak orang menerima pekerjaan bergaji rendah karena minim pilihan * Muncul *underemployment*, yaitu bekerja tetapi jam kerja atau penghasilan tidak sesuai kemampuan * Pengangguran terbuka maupun terselubung meningkat * Banyak pekerja takut resign karena khawatir tidak mendapat pekerjaan baru ## Mengapa Banyak Orang Memilih Bertahan? ### 1. Takut Tidak Mendapat Pekerjaan Pengganti Banyak pekerja bertahan karena takut tidak ada penghasilan setelah keluar. Alasannya: * Persaingan kerja sangat ketat * Proses rekrutmen bisa memakan waktu berbulan-bulan * Biaya hidup tetap berjalan * Sebagian pernah mengalami masa menganggur dan trauma mengulanginya ### 2. Gaji di Tempat Baru Belum Tentu Lebih Baik Tidak semua lowongan menawarkan peningkatan kesejahteraan. Sering kali: * Gaji sama atau lebih rendah * Tunjangan dan fasilitas lebih sedikit * Lokasi kerja lebih jauh dan menambah biaya * Budaya kerja baru belum tentu sehat ### 3. Stabilitas dan Rutinitas Terasa Lebih Aman Banyak orang memilih bertahan karena stabilitas punya nilai besar. Meski gaji kecil, pendapatan tetap setiap bulan memberi rasa aman untuk kebutuhan makan, transportasi, tagihan, dan keluarga. Rutinitas kerja yang jelas juga membantu mengatur hidup dan mengurangi stres akibat ketidakpastian. ### 4. Tanggung Jawab Finansial Ini menjadi alasan terbesar banyak orang sulit mengambil risiko. Beberapa tanggungan yang umum: * Cicilan rumah atau kendaraan * Biaya sekolah anak * Menanggung orang tua atau keluarga * Tidak memiliki tabungan darurat Kehilangan pekerjaan dalam kondisi seperti ini bisa berdampak besar. ## Strategi yang Banyak Dipilih Pekerja ### 1. Mencari Penghasilan Tambahan Banyak pekerja memilih mencari side job tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Contohnya: * Jualan online * Freelance desain * Content creator * Les privat * Admin toko online * Ojek online paruh waktu Keuntungannya: * Tetap punya gaji utama * Ada tambahan pemasukan * Bisa berkembang menjadi usaha utama ### 2. Meningkatkan Skill Banyak orang mulai sadar bahwa peningkatan kemampuan adalah investasi penting. Skill yang banyak dipelajari antara lain: * Microsoft Excel * Komunikasi * Bahasa Inggris * Digital marketing * Content writing * Coding dan desain Tujuannya agar lebih kompetitif dan membuka peluang karier lebih baik. ### 3. Bertahan Sambil Diam-Diam Cari Peluang Baru Ini strategi paling umum. Seseorang tetap bekerja sambil: * Mengirim CV * Mengikuti wawancara * Membangun jaringan profesional * Menunggu tawaran yang lebih baik Jika sudah ada pekerjaan baru yang jelas, barulah mereka pindah. ## Kesimpulan Situasi pasar kerja saat ini memang menantang. Lowongan terbatas, persaingan tinggi, dan kebutuhan industri terus berubah. Karena itu, banyak orang memilih bertahan di pekerjaan lama bukan karena nyaman, tetapi karena mempertimbangkan risiko ekonomi. Langkah paling realistis saat ini adalah terus beradaptasi: meningkatkan skill, memahami kebutuhan pasar, menambah sumber penghasilan, dan mencari peluang baru dengan strategi yang matang. Tidak mudah, tetapi itulah realitas yang sedang dihadapi banyak pekerja hari ini.

Baca Juga