Kebiasaan Sepele Minum Kopi Saset Ternyata Bisa Berdampak Serius

Menu Atas

Kebiasaan Sepele Minum Kopi Saset Ternyata Bisa Berdampak Serius

Portal Andalas
Senin, 27 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Warganet di platform X ramai memperbincangkan dampak kebiasaan minum kopi saset setiap hari terhadap kesehatan ginjal. Perdebatan muncul setelah salah satu akun mengaku khawatir terkena gagal ginjal karena rutin mengonsumsi kopi saset sekali sehari. “Kalau sender suka minum kopi sachetan sehari satu kali gapapa kan ya? Soalnya sender agak takut kena gagal ginjal?” tulis akun tersebut pada Rabu (22/10/2025). Unggahan itu langsung memicu beragam tanggapan. Sebagian netizen menilai kebiasaan tersebut berisiko bagi kesehatan, sementara sebagian lainnya menganggap aman berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing. Ada yang mencontohkan orang tuanya sudah puluhan tahun minum kopi beberapa kali sehari tanpa keluhan kesehatan. Namun, ada juga yang menyoroti kandungan gula tinggi dalam kopi saset dan menyarankan membuat kopi sendiri agar lebih sehat. Lalu, benarkah minum kopi saset setiap hari bisa menyebabkan gagal ginjal? ### Bergantung pada jenis kopi dan kondisi tubuh Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr. Santi, menjelaskan bahwa gagal ginjal terbagi menjadi dua jenis, yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Menurutnya, gagal ginjal akut umumnya dipicu oleh penggunaan obat tertentu, dehidrasi berat, sumbatan saluran kemih seperti batu ginjal, hingga diabetes yang tidak tertangani dengan baik. Sedangkan gagal ginjal kronis paling sering berkaitan dengan penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Ia menegaskan bahwa kebiasaan minum kopi saset sekali sehari belum tentu langsung memicu gagal ginjal. Hal itu sangat tergantung pada jenis produk yang diminum, kondisi kesehatan seseorang, pola makan, serta gaya hidup secara keseluruhan. ### Kandungan dalam kopi saset perlu diperhatikan Dr. Santi menjelaskan, kopi saset umumnya mengandung berbagai bahan tambahan seperti gula pasir, gula aren, atau gula jawa. Selain itu, produk ini juga kerap berisi krimer nabati, kopi berkafein, serta bahan tambahan lain seperti perasa, pengawet, dan anti-penggumpal. Setiap komponen tersebut memiliki risiko bila dikonsumsi berlebihan. Konsumsi gula berlebih, misalnya, dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes. Padahal diabetes merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal kronis. Sementara itu, krimer nabati yang dikonsumsi terlalu banyak dapat menaikkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Kondisi ini bisa memicu penumpukan plak di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang memasok ginjal. Jika aliran darah ke ginjal terganggu, fungsi organ tersebut juga bisa terdampak. Beberapa jenis krimer juga mengandung natrium dan fosfat tersembunyi yang berpotensi menambah beban kerja ginjal. ### Efek kafein berbeda pada tiap orang Kafein dalam kopi juga memberi respons berbeda pada setiap orang, tergantung sensitivitas tubuh dan kebiasaan minum kopi. Pada sebagian orang, kafein dapat meningkatkan tekanan darah serta mempercepat detak jantung. Efek ini biasanya lebih terasa pada mereka yang jarang atau tidak terbiasa mengonsumsi kopi. Untuk mengetahui apakah seseorang sensitif terhadap kafein, dr. Santi menyarankan mengukur tekanan darah sebelum minum kopi, lalu memeriksanya kembali sekitar 30 hingga 120 menit setelahnya. Jika tekanan darah naik sekitar 5 sampai 10 poin, kemungkinan tubuh cukup sensitif terhadap kafein. ### Risiko dehidrasi juga perlu diwaspadai Selain itu, kafein juga bisa memicu dehidrasi bila asupan cairan tubuh kurang. Dalam kondisi ringan, tubuh akan berusaha mengompensasi dengan menaikkan tekanan darah. Namun jika dehidrasi berat terjadi, tekanan darah justru bisa turun drastis karena volume cairan tubuh berkurang. Kondisi ini dapat memicu gagal ginjal akut. Risiko tersebut lebih besar pada orang yang minum kopi sangat pekat tanpa diimbangi air putih, terutama saat banyak aktivitas fisik, berkeringat, atau berada di lingkungan panas. ### Berapa batas aman minum kopi? Dr. Santi menyarankan konsumsi kopi harian sebaiknya tidak melebihi 400 mg kafein per hari, setara sekitar 2 hingga 4 cangkir kopi, tergantung jenis dan kekuatannya. Artinya, minum kopi saset sekali sehari belum tentu berbahaya, selama pola makan tetap seimbang, konsumsi air putih cukup, dan tidak memiliki faktor risiko penyakit ginjal. Namun jika dikonsumsi berlebihan, terutama jenis tinggi gula dan krimer, dampaknya bisa meningkat dalam jangka panjang.

Baca Juga