Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap penegakan hukum di Jambi, khususnya terkait kaburnya tersangka kasus pengiriman 58 kilogram sabu dari ruang penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi pada 9 Oktober 2025 lalu.
Koordinator Pusat AMAN, , mendesak untuk memanggil jajaran pimpinan di Polda Jambi agar kasus tersebut dapat diungkap secara transparan.
Ia meminta agar DPR segera meminta keterangan dari para petinggi kepolisian di Jambi sehingga masyarakat dapat mengetahui fakta yang sebenarnya.
Selain itu, ia juga mendesak selaku Kapolri untuk segera mengganti saat ini, karena dinilai belum mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Jambi membutuhkan jaminan keamanan yang lebih baik dari pihak kepolisian.
Ia juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tidak akan berhenti di Jambi saja, melainkan akan dilanjutkan ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta guna menuntut kepastian hukum.
Menurutnya, aksi di daerah dinilai belum membuahkan hasil, sehingga demonstrasi akan diarahkan ke tingkat pusat agar tuntutan mereka dapat segera ditindaklanjuti.
