Mengangkat tema “Bersama Kopetta HAM Kita Junjung Tinggi Hak Asasi Manusia untuk Mewujudkan Generasi Indonesia Emas”, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Jambi dan Kantor Wilayah Kementerian HAM RI di Jambi.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan karakter generasi muda. Program ini juga melibatkan para guru sebagai bagian dari upaya memperluas penerapan dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Diza menyampaikan bahwa program ini termasuk salah satu unggulan dari Kementerian HAM RI yang bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta penerapan nilai-nilai HAM di kalangan pelajar.
Ia menambahkan, kondisi isu HAM di Kota Jambi cukup beragam, namun konflik yang terjadi relatif rendah dan kerap diselesaikan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama.
Diza juga menekankan pentingnya peran Kopetta HAM (Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta Hak Asasi Manusia) sebagai wadah strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap nilai kemanusiaan, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Saat ini, Kota Jambi telah memiliki dua titik pengembangan Kopetta HAM, yakni di Kelurahan Mayang Mangurai dan Kasang Jaya. Ke depan, program tersebut akan diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari kecamatan, kelurahan, RT, hingga sekolah.
Ia menilai perlu adanya diskusi bersama agar program ini benar-benar menjadi kolaborasi nyata setelah Kopetta Jambi terbentuk.
Diza berharap Kopetta HAM dapat menjadi ruang terbuka bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi dan pandangan mereka terkait isu HAM. Hal ini juga sejalan dengan program unggulan Kota Jambi BAHAGIA yang mendorong kreativitas serta partisipasi aktif anak muda.
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah kota ingin mendengar suara generasi muda melalui wadah yang terbuka dan inklusif.
Diza berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kota Jambi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian HAM Jambi, Sukiman, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran HAM sejak dini.
Menurutnya, pelajar tidak hanya menjadi objek, tetapi juga berperan sebagai subjek dalam pembangunan nilai-nilai HAM melalui proses internalisasi.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota sebagai bukti dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan HAM di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini mendorong pelajar untuk lebih aktif dalam menjunjung nilai-nilai HAM melalui Kopetta,” ujarnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Farisi dan Ilham Khalik, SH., M.H. Selain itu, hadir pula Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM RI, Giyanto, S.IP., M.Si., Camat Jelutung Alamsyah Powa, perwakilan Yayasan Karunia Global School, serta para tenaga pendidik.
