Gerak Cepat! Ribuan Hektare Sawah Baru Langsung Ditanami, Ini Strategi Kementan

Menu Atas

Gerak Cepat! Ribuan Hektare Sawah Baru Langsung Ditanami, Ini Strategi Kementan

Portal Andalas
Rabu, 22 April 2026
Bagikan:

Batanghari – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) terus mempercepat langkah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Pada Selasa (21/4/2026), Kementan melaksanakan kegiatan tanam padi secara serentak di area Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berlokasi di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang didampingi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Hadir pula Gubernur Jambi, para kepala daerah, serta jajaran dinas pertanian sebagai bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian.
Gerakan tanam serentak ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan CSR guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya percepatan ini juga menjadi strategi pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan.
Kegiatan di Batanghari merupakan bagian dari percepatan pemanfaatan lahan CSR tahun 2025. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga 5.000 hektare, termasuk di wilayah Provinsi Jambi.
Di tingkat nasional, program CSR 2025 dilaksanakan secara luas dan serentak di 19 provinsi sebagai strategi utama dalam memperluas lahan pertanian produktif demi mendukung kemandirian pangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa gerakan tanam serentak ini menjadi kunci menjaga stabilitas produksi di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ia memastikan bahwa kegiatan tanam dilakukan bersamaan di berbagai daerah guna menjamin ketersediaan pangan nasional tetap aman.
Menariknya, proses penanaman di Batanghari kini tidak sepenuhnya dilakukan secara tradisional. Sudaryono bersama petani dan generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan melakukan penanaman menggunakan teknologi modern seperti rice transplanter dan drone untuk penebaran benih maupun pupuk.
Sudaryono menekankan pentingnya pemanfaatan alat dan mesin pertanian agar proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan dukungan penyuluh serta keterlibatan aktif petani dan Brigade Pangan, diharapkan lahan yang telah disiapkan dapat segera ditanami dan menghasilkan secara optimal.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti. Ia menegaskan bahwa lahan yang telah dibuka harus langsung dimanfaatkan dan tidak dibiarkan terbengkalai. Percepatan tanam harus terus dilakukan dengan pendampingan penyuluh serta kesiapan petani untuk segera menanam, sembari kendala teknis diselesaikan secara paralel.
Keberhasilan program ini didukung oleh kerja sama berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga para penyuluh dan petani di lapangan.
Selain itu, keterlibatan Brigade Pangan juga membawa misi penting, yaitu mendorong modernisasi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, khususnya di Provinsi Jambi.

Baca Juga