Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis , , menyebut kontribusi sektor hulu migas terhadap daerah dapat dilihat dari penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah.
Menurutnya, DBH migas merupakan bagian dari pendapatan negara yang kemudian dibagikan kembali kepada daerah penghasil. Sementara itu, PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar dalam struktur pendapatan daerah.
Secara nasional, sektor migas menyumbang sekitar setengah dari total penerimaan PBB. Menariknya, sekitar 98 persen dari penerimaan tersebut dikembalikan ke daerah, sehingga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
Di tingkat daerah, kontribusi tersebut terlihat signifikan. Di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, aktivitas menjadi penyumbang utama pendapatan daerah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan tahun 2025, sektor ini menyumbang sekitar Rp698 miliar melalui DBH migas dan sekitar Rp280 miliar dari PBB migas, menjadikannya yang terbesar dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi.
Pendapatan tersebut menjadi sumber penting dalam pembiayaan pembangunan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rinto menambahkan, dampak industri hulu migas tidak hanya terbatas pada penerimaan langsung, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti penciptaan lapangan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi lokal, serta dukungan terhadap sektor lain seperti kelistrikan dan industri.
