Sejak dini hari, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Jambi–Riau tersebut lumpuh total akibat kecelakaan kendaraan berat yang melintang di badan jalan. Hingga Sabtu (25/4/2026) siang, belum terlihat adanya pergerakan signifikan, sementara antrean kendaraan telah mencapai sekitar 7 kilometer.
Dalam situasi tersebut, banyak sopir memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar. Sebagian lainnya turun dari kendaraan, duduk di pinggir jalan, hingga mencari tempat berteduh sambil menunggu kemacetan terurai.
Rudi (42), sopir truk pengangkut bahan pokok, mengaku telah lebih dari tujuh jam terjebak tanpa bisa bergerak. Ia mengatakan mesin kendaraannya sudah dimatikan sejak pagi untuk menghindari kehabisan solar.
Hal serupa disampaikan Andi (35), sopir logistik tujuan Riau. Ia menilai kondisi ini tidak hanya melelahkan, tetapi juga menimbulkan kerugian secara ekonomi. Menurutnya, menyalakan mesin pun tidak ada gunanya karena kendaraan tidak bergerak, sehingga ia hanya bisa menunggu penanganan dari pihak terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kendaraan, mulai dari truk, mobil pribadi hingga sepeda motor, berhenti total tanpa celah. Sejumlah pengendara terlihat memanfaatkan waktu dengan beristirahat, baik di dalam maupun di luar kendaraan.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan. Para sopir berharap penanganan segera dilakukan agar arus distribusi barang dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
