Pada tahun 2026, GAPKI Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Andalas Forum VI yang berlangsung pada 16–17 April 2026 di Palembang.
Ketua Panitia, Ratna Dewi, menjelaskan bahwa forum ini mengangkat tema “Sawit Indonesia: Sinergi untuk Tata Kelola, Pertumbuhan Ekonomi dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan upaya mempertemukan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit untuk memperkuat kolaborasi, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta mewujudkan tata kelola industri yang berkelanjutan.
Ia menyebutkan, jumlah peserta yang hadir melampaui target. Jika awalnya ditargetkan sebanyak 500 orang, pada hari pertama pembukaan tercatat mencapai 750 peserta.
Menurut Ratna, kegiatan ini tidak hanya berupa forum diskusi, tetapi juga dirangkai dengan seminar strategis dan pameran yang membahas berbagai isu penting industri sawit, baik di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, pameran juga diikuti oleh 48 stan dengan 44 peserta pameran yang menampilkan beragam inovasi dan dukungan terhadap perkembangan industri kelapa sawit.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi industri sawit saat ini yang menghadapi tuntutan tata kelola yang terus berkembang.
Ia berharap tuntutan tersebut tidak justru menjadi hambatan bagi keberlanjutan industri, mengingat sektor sawit merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia dan sumber penghasilan masyarakat.
Andalas Forum VI turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Dida Gardera dari Kemenko Perekonomian RI, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo dari Bappenas, serta Ketua Umum APKASINDO, Dr. Gulat Manurung.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Ia menilai Andalas Forum menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi industri sawit di tengah dinamika pasar global.
Ia menekankan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan ruang untuk merumuskan solusi konkret atas berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.
Herman Deru juga menyampaikan harapannya agar hasil dari forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan kebijakan strategis yang berdampak nyata bagi keberlanjutan industri sawit nasional.
Dengan sinergi yang kuat melalui forum ini, ia optimistis industri kelapa sawit Indonesia akan semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.
