Portalandalas.com - Berikut ini adalah bacaan doa saat menerima zakat fitrah lengkap dengan artinya.
Mengetahui doa ketika menerima zakat fitrah menjadi hal penting, khususnya bagi mereka yang berhak menerima zakat. Doa tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus doa kebaikan bagi orang yang telah menunaikan zakat.
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang harus ditunaikan pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Ibadah ini memiliki makna penting, yaitu sebagai sarana menyucikan diri dari berbagai kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa.
Selain itu, zakat fitrah juga memiliki tujuan sosial, yakni membantu masyarakat yang kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan layak.
Besaran zakat fitrah biasanya ditentukan berdasarkan makanan pokok yang umum dikonsumsi masyarakat setempat, seperti beras, gandum, kurma, atau bahan makanan lainnya. Zakat ini dikeluarkan untuk setiap anggota keluarga dengan jumlah yang sama, termasuk bayi yang baru lahir.
Dalam Islam, zakat fitrah memiliki peranan sosial yang sangat besar. Melalui kewajiban ini, umat Muslim diajak untuk saling peduli dan membantu sesama yang membutuhkan. Zakat fitrah juga menjadi salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan selama bulan suci Ramadan, karena setiap kebaikan yang dilakukan pada bulan tersebut akan mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT.
Doa menerima zakat menurut Habib Hasan Ahmad Muhammad Al Kaf
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Âjarakallâhu fî mâ a’thaita wa bâraka fî mâ abqaita wa ja’alahu laka thahûran
Artinya:
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan. Semoga Allah memberkahi harta yang masih engkau miliki dan menjadikan zakat tersebut sebagai pembersih bagi dirimu.”
(Habib Hasan Ahmad Muhammad al-Kaf, Taqrîrâtus Sadîdah, 2003: 418–420)
Doa menerima zakat menurut Syekh Nawawi Banten
طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ
Thahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūhika fī arwāhis syuhadā’.
Artinya:
“Semoga Allah menyucikan hatimu sebagaimana hati para hamba-Nya yang saleh. Semoga Allah membersihkan amalmu seperti amal orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan semoga Allah memberikan rahmat kepada ruhmu bersama ruh para syuhada.”
Kedua doa tersebut dapat diamalkan oleh para mustahik (penerima zakat) sebagai ungkapan doa bagi para muzakki (orang yang menunaikan zakat). Harapannya, zakat yang diberikan diterima oleh Allah SWT dan doa dari para penerima zakat juga dikabulkan.
Adab dalam menerima zakat fitrah
Dalam Islam, menerima zakat fitrah juga memiliki etika atau adab yang sebaiknya dijaga. Hal ini penting agar proses pemberian dan penerimaan zakat berlangsung dengan penuh keberkahan.
1. Bersyukur kepada Allah SWT
Orang yang menerima zakat hendaknya bersyukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan melalui perantara para muzakki.
2. Menerima dengan hati yang tulus
Zakat fitrah sebaiknya diterima dengan hati yang bersih dan ikhlas, tanpa rasa rendah diri maupun kesombongan.
3. Menghormati pemberi zakat
Penerima zakat dianjurkan menyambut para muzakki dengan sikap ramah dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian mereka.
4. Tidak mempermalukan pemberi zakat
Jika zakat diberikan di hadapan orang lain, penerimaan sebaiknya dilakukan dengan cara yang tetap menjaga perasaan pemberi agar tidak merasa canggung atau malu.
5. Menggunakan zakat dengan baik
Zakat fitrah hendaknya dimanfaatkan sesuai tujuan utamanya, yaitu membantu kebutuhan kaum fakir miskin.
6. Tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi
Zakat fitrah tidak dianjurkan digunakan untuk keperluan pribadi yang tidak sesuai dengan tujuan penyalurannya.
7. Memastikan penyaluran tepat sasaran
Zakat fitrah sebaiknya benar-benar dimanfaatkan oleh mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, anak yatim, janda, dan orang-orang yang membutuhkan.
Dengan menjaga adab-adab tersebut, penerimaan zakat fitrah diharapkan menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

