Istri Sering Marahi Suami, Apa Hukumnya dalam Islam? Jawabannya Mengejutkan!

Menu Atas

Istri Sering Marahi Suami, Apa Hukumnya dalam Islam? Jawabannya Mengejutkan!

Portal Andalas
Minggu, 01 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pernikahan adalah ikatan sakral yang menuntut kesabaran serta saling pengertian dari suami dan istri. Dalam menjalani rumah tangga, munculnya rasa marah merupakan hal wajar dan bisa dirasakan oleh siapa pun. Ada amarah yang masih dapat dikendalikan, tetapi ada pula yang meledak hingga berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk perceraian. Dalam ajaran Islam, hubungan suami istri telah diatur secara rinci, mulai dari adab hingga etika berkomunikasi. Suami diposisikan sebagai pemimpin keluarga yang wajib dihormati dan ditaati oleh istri sebagai bagian dari tanggung jawabnya. Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap istri yang kerap memarahi suami? Berikut rangkuman mengenai hukum istri memarahi suami dalam Islam serta cara bijak menyikapi persoalan rumah tangga. ### 1. Kedudukan suami yang mulia dalam Islam Rasulullah SAW bersabda: *"Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya."* (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi) Hadis ini menegaskan betapa tinggi posisi suami dalam Islam. Karena itu, istri hendaknya menjaga sikap dan tutur kata, termasuk saat menghadapi konflik. ### 2. Sering marah dan membentak suami termasuk perbuatan tercela Dalam Islam, istri yang kerap memarahi atau membentak suami dinilai tidak dibenarkan dan termasuk perbuatan dosa besar, karena mencerminkan sikap durhaka. Rasulullah SAW bersabda: *"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata: Jangan engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Ia hanyalah tamu di sisimu dan hampir saja ia meninggalkanmu menuju kami."* (HR At-Tirmidzi) Hadis ini menjadi peringatan akan beratnya konsekuensi spiritual bagi istri yang menyakiti suaminya. ### 3. Cara menasihati suami dengan lembut Jika suami melakukan kesalahan, istri tetap boleh mengingatkan, tetapi harus dengan cara yang santun. Gunakan kata-kata yang lembut, hindari nada tinggi, serta jauhi ucapan yang dapat melukai hati. Apabila emosi sulit dikendalikan, sebaiknya menahan diri dan memperbanyak istighfar. Memohon ampun kepada Allah SWT dapat membantu meredakan amarah dan menenangkan hati. ### 4. Teladan kesabaran dari Umar bin Khattab Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159: *"Maka maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah bertekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."* Umar bin Khattab RA memberikan contoh kesabaran saat menghadapi sikap istrinya. Beliau tetap bersabar dan tidak membalas dengan kekasaran, seraya mengingat kebaikan istrinya yang telah mengurus rumah dan anak-anak, meski itu bukan kewajiban mutlaknya. Sikap ini menunjukkan pentingnya kesabaran dan penghargaan dalam rumah tangga. ### 5. Utamakan dialog dan musyawarah Setelah suasana hati lebih tenang, ajak pasangan berdiskusi untuk mencari solusi bersama. Jika pembicaraan diawali dengan emosi, konflik justru akan semakin membesar. Suami juga perlu bersikap adil dengan memberi ruang bagi istri untuk menyampaikan pendapatnya. Mendengarkan dengan tenang akan membantu menemukan jalan keluar terbaik. Demikian penjelasan mengenai hukum istri memarahi suami menurut Islam serta cara bijak menyelesaikan persoalan rumah tangga. Semoga setiap pasangan diberi kesabaran, kelembutan hati, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Baca Juga