Portalandalas.com - Allah SWT banyak menceritakan kisah Bani Israil di Al-Qur’an. Kisah-kisah ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pelajaran dan pengingat bagi semua umat manusia. Melalui kisah para nabi, Allah SWT menyingkap karakter dan sifat-sifat khusus yang dimiliki kaum Bani Israil.
Dalam Al-Qur’an, Bani Israil digambarkan sebagai kaum yang cerdas, tetapi sering kali menyalahgunakan kecerdasan mereka. Meski telah menyaksikan berbagai mukjizat secara langsung, mereka kerap enggan tunduk kepada perintah Allah SWT. Lalu, apa saja sifat Bani Israil yang disebutkan dalam Al-Qur’an? Simak ulasannya berikut ini:
1. Hati yang keras dan pembangkang
Salah satu ciri utama Bani Israil adalah hati yang keras. Saat zaman Nabi Musa AS, mereka menyaksikan mukjizat terbelahnya Laut Merah dan selamat dari Fir’aun. Namun, karena iman mereka lemah dan fokus hanya pada keselamatan diri, Bani Israil enggan taat pada perintah Allah SWT. Kisah ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah:
"Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun, sedang kamu menyaksikan." (QS. Al-Baqarah: 50)
Meski telah melihat kebesaran Allah SWT, mereka tetap membangkang dan bahkan meminta Nabi Musa membuatkan Tuhan lain selain Allah. Mereka juga enggan berjihad di jalan Allah:
"Mereka berkata, ‘Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap di sini saja.’" (QS. Al-Maidah: 24)
2. Penipu dan pendusta
Bani Israil dikenal kerap menyembunyikan kebenaran atau memutarbalikkan fakta demi kepentingan sendiri. Pengkhianatan mereka tidak hanya terjadi pada Nabi Musa, tetapi juga para nabi lainnya. Di masa Nabi Muhammad SAW, mereka melanggar perjanjian dan bahkan berusaha membunuh beliau.
Setiap janji yang mereka buat seringkali tidak ditepati. Bahkan ketika mengetahui kebenaran, mereka tetap memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an:
"Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya)." (QS. az-Zukhruf: 50)
3. Manipulatif
Sifat manipulatif Bani Israil terlihat dari upaya mereka mengakali hukum Allah. Mereka berani memutarbalikkan firman Allah SWT dalam kitab Taurat, sehingga orang mengira bacaan mereka adalah bagian dari kitab suci, padahal bukan:
"Di antara mereka ada kelompok yang memutar-mutar lidahnya saat membaca Al-Kitab agar kamu mengira apa yang dibacanya itu bagian dari Al-Kitab, padahal sebenarnya bukan bagian dari Al-Kitab. Mereka mengatakan bahwa itu berasal dari Allah, padahal sebenarnya tidak berasal dari Allah. Mereka mengatakan dusta terhadap Allah, sementara mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 78)
4. Pelit dan tamak
Al-Qur’an menggambarkan Bani Israil sebagai kaum yang mencintai harta dan kehidupan dunia secara berlebihan. Mereka tidak bersyukur atas nikmat Allah, malah terus meminta lebih. Ketika Allah memberi rezeki, mereka tetap tidak puas:
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, ‘Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.’ Dia (Musa) menjawab, ‘Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.’ Kemudian, mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah." (QS. Al-Baqarah: 61)
5. Membenci umat Muslim
Bani Israil merasa sebagai bangsa pilihan Allah, sehingga kerap merendahkan kelompok lain, termasuk umat Muslim. Mereka juga sulit menerima kenyataan bahwa nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW, berasal dari bangsa Arab, bukan Bani Israil. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Surah Al-Maidah:
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." (QS. Al-Maidah: 82)
6. Melakukan kerusakan
Sifat Bani Israil yang berbahaya adalah kecenderungan untuk membuat kerusakan di muka bumi. Mereka sering menimbulkan konflik dan peperangan. Allah SWT menegaskan:
"Setiap kali mereka menciptakan api perang, Allah memadamkannya, dan mereka berupaya menyebabkan kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Maidah: 64)
Itulah enam sifat Bani Israil yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Kisah-kisah ini mengingatkan bahwa iman bukan sekadar untuk menyelamatkan diri dari musibah, tetapi juga menuntut kepatuhan penuh kepada Allah SWT. Sifat-sifat ini Allah ceritakan agar umat Muslim waspada terhadap perilaku buruk yang bisa merusak diri dan masyarakat.

