Saldo Tiba-Tiba Hilang? Bisa Jadi Anda Lakukan 1 Kesalahan Ini

Menu Atas

Saldo Tiba-Tiba Hilang? Bisa Jadi Anda Lakukan 1 Kesalahan Ini

Portal Andalas
Sabtu, 28 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pengguna layanan mobile banking (m-banking) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat tindak kejahatan digital kini semakin marak dan agresif dalam menjalankan aksinya. Di satu sisi, m-banking memang memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat. Berbagai kebutuhan transaksi seperti mengecek saldo, mentransfer uang, hingga membayar tagihan dapat dilakukan hanya melalui ponsel yang terhubung ke internet. Praktis, cepat, dan efisien tanpa harus datang ke kantor bank atau ATM. Namun di balik kemudahan tersebut, layanan perbankan digital juga menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber. Beragam modus penipuan terus bermunculan, mulai dari pencurian data pribadi hingga praktik phishing yang bertujuan mencuri informasi sensitif nasabah. Jika pengguna tidak waspada, rekening bisa dibobol dan saldo terkuras dalam waktu singkat. Berdasarkan imbauan dari **Otoritas Jasa Keuangan**, masyarakat yang memanfaatkan layanan digital banking perlu meningkatkan kehati-hatian demi menjaga keamanan dana mereka. Sejumlah langkah pencegahan yang disarankan antara lain tidak pernah membagikan kode akses maupun PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan bank. Nasabah juga sebaiknya tidak menyimpan PIN di tempat yang mudah ditemukan atau diakses orang lain. Sebelum menyetujui transaksi, penting untuk selalu memeriksa detailnya secara teliti agar tidak terjadi kesalahan atau penyalahgunaan. Pastikan pula menunggu notifikasi resmi dari bank setiap kali transaksi berhasil dilakukan. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan pada rekening, segera hubungi pihak bank untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Mengganti PIN secara berkala, terutama jika merasa data pribadi sudah diketahui pihak lain, juga menjadi langkah antisipasi yang penting. Nasabah juga dianjurkan segera melapor ke bank apabila kartu SIM hilang atau ponsel berpindah tangan, karena hal tersebut berpotensi disalahgunakan untuk mengakses akun perbankan. Selain itu, hindari mengunduh dan memasang aplikasi yang tidak jelas sumbernya karena bisa saja mengandung malware. Jangan melakukan transaksi keuangan melalui jaringan WiFi publik atau perangkat umum yang keamanannya tidak terjamin. Setelah selesai menggunakan m-banking, biasakan untuk selalu logout dari aplikasi. Jika mengganti ponsel, pastikan seluruh data pribadi telah dihapus dari perangkat lama agar tidak disalahgunakan. Dengan konsisten menerapkan langkah-langkah keamanan tersebut, risiko pembobolan rekening dapat ditekan seminimal mungkin. Pengguna juga perlu lebih peka terhadap pesan, tautan, atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak bank. Seiring perkembangan teknologi, kejahatan siber turut berevolusi. Karena itu, literasi digital dan sikap waspada menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan transaksi keuangan di era perbankan digital.

Baca Juga