Potong Rambut Saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya!

Menu Atas

Potong Rambut Saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya!

Portal Andalas
Jumat, 27 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Apakah boleh potong rambut saat puasa? Jawabannya boleh dan tidak membatalkan puasa. Dalam syariat Islam, memotong rambut tidak termasuk hal yang membatalkan karena tidak berkaitan dengan makan, minum, atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika bulan Ramadan tiba. Di bulan suci tersebut, banyak orang menjadi lebih berhati-hati dalam beraktivitas, bahkan untuk hal sederhana seperti memotong rambut. Sebagian khawatir puasanya batal hanya karena rambut terpotong. Tulisan ini akan menjelaskan hukum memotong rambut saat berpuasa menurut Islam, meluruskan kesalahpahaman yang beredar, serta menjawab berbagai situasi yang kerap dipertanyakan. Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa potong rambut tidak membatalkan puasa, termasuk saat Ramadan. Bagaimana hukum potong rambut saat puasa dalam Islam? Dalam ajaran Islam, pembatal puasa telah ditentukan secara jelas, seperti makan, minum, hubungan suami istri di siang hari, atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja melalui jalur tertentu. Memotong rambut tidak termasuk dalam kategori tersebut. Dengan demikian, tidak ada larangan memotong rambut saat berpuasa. Aktivitas ini hanya menyentuh bagian luar tubuh dan tidak berkaitan dengan asupan ke dalam tubuh. Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa suatu perbuatan tidak dianggap membatalkan ibadah kecuali ada dalil yang tegas menyatakannya. Karena tidak ada dalil yang melarang potong rambut saat puasa, maka hukumnya kembali pada hukum asal, yaitu boleh. Hal yang sama berlaku untuk memotong kuku atau bercukur, yang termasuk bentuk perawatan diri dan tetap diperkenankan saat berpuasa. Situasi yang Sering Menimbulkan Keraguan Walaupun hukumnya sudah jelas, sebagian orang masih merasa ragu dalam kondisi tertentu. Biasanya keraguan ini muncul karena belum memahami secara utuh apa saja yang benar-benar membatalkan puasa. 1. Memotong rambut di siang hari Memotong rambut pada pagi, siang, atau sore hari tidak berpengaruh terhadap keabsahan puasa. Selama tidak melakukan hal yang membatalkan, puasa tetap sah. 2. Potong rambut saat Ramadan Tidak ada aturan khusus di bulan Ramadan yang melarang memotong rambut. Perlu dibedakan antara aturan puasa dan aturan ihram dalam haji atau umrah. Larangan memotong rambut berlaku saat ihram, bukan saat berpuasa. 3. Apakah puasa batal karena potong rambut? Tidak ada dalil yang menyatakan demikian. Karena tidak termasuk pembatal yang telah ditetapkan, puasa tetap sah. 4. Bercukur jenggot Bercukur, termasuk mencukur jenggot, juga tidak membatalkan puasa karena tidak melibatkan unsur konsumsi atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. 5. Saat menjalankan puasa sunnah Baik puasa wajib maupun sunnah memiliki ketentuan pembatal yang sama. Jadi, saat puasa Senin-Kamis atau puasa sunnah lainnya, memotong rambut tetap diperbolehkan. 6. Potong rambut bersamaan dengan potong kuku Keduanya memiliki hukum serupa dan tidak memengaruhi keabsahan puasa. 7. Setelah selesai haid Bagi perempuan yang telah suci dari haid, memotong rambut tetap diperbolehkan. Tidak ada hubungan antara potong rambut dan batalnya puasa dalam kondisi tersebut. Perbedaan Antara Puasa dan Ihram Perlu dipahami bahwa larangan memotong rambut hanya berlaku ketika seseorang berada dalam keadaan ihram saat haji atau umrah. Dalam kondisi tersebut, memotong rambut memiliki konsekuensi hukum tertentu. Sementara itu, puasa memiliki aturan berbeda dan tidak memuat larangan tersebut. Karena itu, aturan dalam ihram tidak boleh disamakan dengan aturan puasa. Agar Tidak Salah Paham tentang Hukum Puasa Kesalahpahaman biasanya timbul karena kurang memahami konsep dasar pembatal puasa. Berikut beberapa hal penting yang perlu dipahami: Pembatal puasa telah ditentukan secara jelas, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri di siang hari. Tidak semua aktivitas otomatis membatalkan puasa. Setiap ibadah memiliki ketentuan berbeda. Informasi agama sebaiknya diambil dari sumber tepercaya. Jika ragu, sebaiknya bertanya kepada ahli agama. Fokus pada esensi puasa, yaitu menahan diri dari hal-hal yang memang ditetapkan sebagai pembatal. Kesimpulan Jadi, memotong rambut saat puasa diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah. Pembatal puasa terbatas pada hal-hal yang telah ditetapkan secara tegas dalam ajaran Islam, dan potong rambut tidak termasuk di dalamnya. Karena itu, tidak perlu khawatir atau terpengaruh oleh anggapan yang tidak memiliki dasar. Selama menjalankan puasa sesuai ketentuan, memotong rambut tidak akan memengaruhi keabsahan ibadah Anda.

Baca Juga