Kata Dr. Joseph Mercola: Kita Tak Bisa Hindari Mikroplastik, Ini Sumber Terbesarnya

Menu Atas

Kata Dr. Joseph Mercola: Kita Tak Bisa Hindari Mikroplastik, Ini Sumber Terbesarnya

Portal Andalas
Selasa, 24 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Mikroplastik kini telah menyebar luas dan dapat ditemukan hampir di seluruh lingkungan, termasuk pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Partikel kecil ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti peralatan dapur, kemasan sekali pakai, hingga bahan pangan itu sendiri. Beberapa jenis makanan diketahui memiliki potensi lebih besar terkontaminasi mikroplastik dibandingkan yang lain. Dokter pengobatan keluarga bersertifikat osteopatik, Joseph Mercola, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada standar resmi yang menentukan batas konsumsi mikroplastik yang dianggap aman atau berbahaya. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan yang dikutip dari CNET pada 11 Oktober 2025. Meski begitu, ia menekankan pentingnya upaya mengurangi paparan mikroplastik sebisa mungkin. Jalur masuk mikroplastik ke makanan Mikroplastik dapat masuk ke dalam bahan pangan melalui berbagai tahapan, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga penyimpanan. Penggunaan mulsa plastik, pelapis benih, serta irigasi dengan air yang terkontaminasi menjadi salah satu sumber utama. Selain itu, kemasan, alat makan, dan wadah penyimpanan juga berkontribusi terhadap kontaminasi. Mercola menjelaskan bahwa mikroplastik yang tertelan dapat menumpuk di aliran darah dan organ tubuh, termasuk otak, yang berpotensi memicu peradangan serta kerusakan jaringan. Zat ini juga dapat mengganggu sistem hormon karena bahan kimia plastik memengaruhi sistem endokrin, serta mampu membawa racun lingkungan lain masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan dan minuman yang berisiko tinggi 1. Makanan laut Partikel plastik dari limbah sekali pakai yang terurai dapat mencemari laut dan tanah, lalu masuk ke rantai makanan. Mikroplastik diserap plankton dan dikira makanan oleh ikan maupun hewan laut seperti kerang dan udang, sehingga menumpuk dalam dagingnya. Penelitian dari Portland State University menemukan mikroplastik pada hampir seluruh sampel makanan laut yang diuji. Jenis yang paling sering ditemukan adalah mikroserat. Hewan laut seperti kerang, remis, tiram, lele, halibut, flounder, dan ikan cod termasuk yang paling banyak terpapar. 2. Kantong teh Banyak kantong teh dibuat dari polipropilena, dan bahkan yang berbahan kertas pun kerap mengandung partikel plastik. Saat terkena air panas, mikroplastik dapat terlepas ke dalam minuman. Penelitian dari Autonomous University of Barcelona menemukan bahwa kantong teh berbahan polipropilena bisa melepaskan miliaran partikel plastik, sedangkan bahan nilon atau selulosa melepaskan jutaan partikel. 3. Beras Beras juga termasuk makanan dengan kandungan mikroplastik cukup tinggi. Studi dari University of Queensland menemukan bahwa setengah cangkir beras dapat mengandung sekitar 3–4 miligram plastik, dan pada beras instan jumlahnya bisa meningkat hingga empat kali lipat. Mencuci beras sebelum dimasak dapat mengurangi kontaminasi sekitar 20–40 persen. 4. Garam dan gula Penambahan garam ke makanan tanpa disadari juga bisa menambah paparan mikroplastik. Sebuah studi menemukan sekitar 90 persen dari puluhan merek garam di dunia mengandung partikel plastik, kemungkinan akibat pencemaran lingkungan serta proses produksi dan pengemasan. Mikroplastik juga ditemukan dalam gula. Untuk mengurangi risiko, disarankan memilih produk dengan kemasan kaca atau karton. 5. Air kemasan Air minum dalam kemasan merupakan salah satu sumber mikroplastik dan nanoplastik yang paling dikenal. Penelitian memperkirakan satu liter air kemasan mengandung sekitar ratusan ribu partikel plastik. Sebagian besar botol terbuat dari plastik PET sehingga jenis ini paling sering ditemukan. Partikel dapat terlepas saat botol tertekan atau terkena panas. 6. Madu Madu juga berpotensi mengandung mikroplastik meskipun disimpan dalam wadah kaca. Serat mikroplastik bisa berasal dari lebah yang terpapar polusi lingkungan dan membawa partikel tersebut ke sarang. Karena itu, memilih madu lokal dari peternak kecil atau organik dinilai dapat mengurangi risiko kontaminasi. 7. Buah dan sayuran Meski penting untuk pola makan sehat, buah dan sayur juga dapat terkontaminasi mikroplastik. Penelitian menunjukkan apel memiliki tingkat kontaminasi tertinggi di antara buah, sedangkan wortel paling tinggi di antara sayuran. Tanaman dapat menyerap mikroplastik dari tanah melalui akar. Selain itu, banyak produk segar dikemas plastik untuk menjaga kesegaran. Menurut FDA, bukti saat ini belum cukup untuk memastikan perpindahan mikroplastik dari kemasan ke makanan. 8. Makanan olahan sumber protein Riset dari Ocean Conservancy menemukan sebagian besar makanan olahan sumber protein nabati dan hewani mengandung mikroplastik. Produk seperti nugget nabati, fish stick, dan chicken nugget memiliki kadar tinggi, menunjukkan proses pengolahan turut berkontribusi terhadap kontaminasi. Selain berasal dari proses industri, mikroplastik juga dapat berasal dari pakan ternak atau lingkungan tempat hewan dibesarkan, serta dari tanah dan air pada sumber protein nabati. Upaya mengurangi paparan Saat ini belum ada standar resmi batas aman konsumsi mikroplastik, dan partikel ini sulit dihindari sepenuhnya karena telah tersebar luas di lingkungan. Namun, mengurangi paparan tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Baca Juga