Portalandalas.com - Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi mengukuhkan operasional Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai dengan panjang kurang lebih 88 kilometer pada Jumat, 27 Februari 2026. Peresmian ini menjadi momen penting yang menandai selesainya salah satu proyek infrastruktur strategis di wilayah tersebut.
Prosesi peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti yang digelar di Masjid Jami’ Al Muhajirin, Pasar Gerabak, Desa Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun. Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
Rampungnya pembangunan ruas jalan ini menjadi babak baru bagi warga Batang Asai yang sejak lama mendambakan akses transportasi darat yang memadai. Kehadiran gubernur yang didampingi Bupati Sarolangun Hurmin dan Wakil Bupati Gerry disambut hangat dan penuh antusias oleh masyarakat.
Al Haris menyampaikan bahwa selesainya proyek tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat dan menuntaskan pembangunan infrastruktur secara merata. Ia menilai terbukanya konektivitas jalan ini akan memangkas durasi perjalanan serta memperlancar arus mobilitas orang dan distribusi barang.
“Perjalanan dari Jambi kini terasa lancar dan dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat. Ini menunjukkan kualitas jalannya sudah baik dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pekerjaan berikutnya adalah memastikan pemeliharaan jalan dilakukan secara maksimal, terutama di titik-titik yang berpotensi mengalami kerusakan. Pengawasan terhadap muatan kendaraan, lanjutnya, menjadi faktor penting agar jalan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp244,56 miliar tersebut tetap awet dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Sementara itu, Bupati Hurmin menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi yang secara bertahap menggelontorkan anggaran pembangunan selama tiga tahun terakhir. Dengan kondisi jalan yang kini jauh lebih baik, waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam saja.
Pemerintah daerah pun berharap kehadiran infrastruktur tersebut mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Batang Asai, terutama pada sektor pertanian dan peternakan, seiring semakin lancarnya distribusi hasil produksi ke berbagai wilayah di Kabupaten Sarolangun.

