Usia 40 Tahun ke Atas Susah Kurus? Ternyata Ini Strategi Diet yang Dianjurkan Dokter

Menu Atas

Usia 40 Tahun ke Atas Susah Kurus? Ternyata Ini Strategi Diet yang Dianjurkan Dokter

Portal Andalas
Rabu, 28 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menurunkan berat badan setelah memasuki usia 40 tahun tidak lagi bisa mengandalkan pembatasan kalori semata. Pakar kesehatan menilai keberhasilan diet di usia ini sangat dipengaruhi oleh latihan kekuatan, kecukupan asupan protein, serta pengelolaan kualitas tidur dan stres. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan alami yang berdampak pada metabolisme dan komposisi tubuh. Karena itu, strategi diet pun perlu disesuaikan agar tetap efektif dan berkelanjutan. Strategi diet di usia 40-an Para ahli merekomendasikan pendekatan diet yang lebih realistis dan mudah dijalani dalam jangka panjang. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan setelah usia 40 tahun. Prioritaskan menjaga massa otot Dokter penyakit dalam sekaligus penasihat Women’s Health, Keri Peterson, menjelaskan bahwa penurunan massa otot mulai terjadi secara alami saat memasuki usia 40-an. “Massa otot yang lebih baik membantu meningkatkan metabolisme karena tubuh membakar lebih banyak kalori,” jelas Peterson. Saat otot berkurang, laju pembakaran energi ikut melambat sehingga menurunkan berat badan menjadi lebih sulit, meski pola makan tidak banyak berubah. Inilah alasan diet di usia 40-an sebaiknya berfokus menjaga otot, bukan sekadar mengurangi porsi makan. Rutin melakukan latihan kekuatan Latihan kekuatan atau resistance training dinilai sebagai kunci penting dalam diet setelah usia 40. “Cara paling efektif untuk meningkatkan metabolisme di usia ini adalah membangun otot melalui latihan beban,” kata Peterson. Latihan tidak harus berat dan bisa dimulai dari gerakan sederhana dengan intensitas ringan hingga sedang. Cukup dilakukan satu hingga dua kali seminggu untuk membantu mempertahankan massa otot dan mendukung pembakaran lemak. Perbanyak asupan protein Selain olahraga, kecukupan protein berperan besar dalam menjaga otot dan mengontrol nafsu makan. Ahli gizi Erin Palinski-Wade menyebutkan bahwa konsumsi protein yang lebih tinggi dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan. Menyesuaikan pola makan Palinski-Wade menyarankan agar setengah piring diisi dengan sayuran. Cara ini membantu mengontrol asupan kalori tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi tubuh. Kandungan serat pada sayuran juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, waktu makan turut memengaruhi hasil diet. Sarapan dengan kombinasi protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu menekan rasa lapar sepanjang hari, sementara konsumsi makanan tinggi gula di malam hari sebaiknya dibatasi. Mengelola stres dan memastikan tidur cukup Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat mengacaukan hormon yang mengatur rasa lapar. “Tidur kurang dari tujuh jam dapat meningkatkan hormon pemicu lapar dan menurunkan hormon yang memberi rasa kenyang,” ujar Palinski-Wade. Akibatnya, keinginan mengonsumsi makanan manis dan berlemak pun meningkat. Karena itu, pengelolaan stres, tidur yang cukup, serta menjaga hidrasi menjadi bagian penting dari strategi diet setelah usia 40. Membatasi minuman manis dan alkohol Minuman manis dan alkohol sering menjadi penghambat utama penurunan berat badan. “Soda hanya menyumbang kalori kosong tanpa manfaat gizi,” kata Palinski-Wade. Sementara itu, alkohol dapat memperlambat pembakaran lemak dan kerap memicu pilihan makanan yang kurang sehat. Kapan perlu berkonsultasi ke dokter? Dokter keluarga Laura Purdy menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika perubahan pola makan dan olahraga tidak menunjukkan hasil setelah beberapa bulan. “Kenaikan berat badan yang signifikan atau energi yang terus menurun bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, seperti gangguan tiroid,” jelas Purdy. Peterson menambahkan, gejala lain seperti kelelahan berlebihan, kulit kering, dan sembelit juga perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Diet usia 40 ke atas butuh pendekatan berbeda Para ahli menegaskan bahwa diet setelah usia 40 bukan soal hasil instan, melainkan konsistensi dan penyesuaian gaya hidup. Pendekatan seimbang antara nutrisi, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan manajemen stres dinilai lebih efektif untuk menjaga berat badan sekaligus kesehatan jangka panjang.

Baca Juga