TPA Dibangun dengan Dana Besar, Kini Diduga Jadi Aset Terbengkalai

Menu Atas

TPA Dibangun dengan Dana Besar, Kini Diduga Jadi Aset Terbengkalai

Portal Andalas
Selasa, 27 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Sungai Penuh — Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Sungai Penuh yang berlokasi di kawasan Renah Kayu Embun (RKE) kini menjadi perhatian serius publik. Berdasarkan temuan lapangan yang disampaikan Edward, seorang aktivis Sungai Penuh, pada Jumat, 23 Januari, kondisi TPA tersebut diduga dalam keadaan terbengkalai. Sejumlah fasilitas penting terlihat tidak berfungsi dan minim perawatan. Edward mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa peralatan pengolahan sampah di lokasi tersebut mengalami kerusakan dan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Padahal, peralatan itu dibeli menggunakan anggaran negara yang seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pelayanan publik. Tak hanya itu, beberapa bangunan di area TPA tampak rusak parah dan tidak terawat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh terhadap aset-aset yang ada. Ironisnya, di kawasan TPA juga ditemukan alat berat yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat. Namun saat dilakukan peninjauan, tidak terlihat satu pun petugas yang berjaga di lokasi. Situasi tersebut dinilai rawan, baik dari sisi potensi kerusakan aset milik daerah maupun risiko terjadinya kecelakaan di area TPA. Kondisi yang tak kalah memprihatinkan, tumpukan sampah sudah tampak sejak pintu masuk menuju area utama TPA. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan dan penataan sampah di lokasi tersebut tidak berjalan secara optimal. Jika dibiarkan, keadaan ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TPA. Menanggapi temuan tersebut, Edward menilai kondisi TPA RKE mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan. Ia menegaskan bahwa TPA tersebut dibangun dengan anggaran besar, namun kenyataannya dibiarkan rusak dan tidak terurus. Menurutnya, situasi ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kegagalan dalam mengelola aset publik. Ia pun mendesak DLH Kota Sungai Penuh untuk bertanggung jawab dan memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran perawatan selama ini. Edward juga meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA, termasuk memeriksa kondisi peralatan, bangunan, serta pola kerja petugas di lapangan. Ia menambahkan, tanpa peralatan yang berfungsi, bangunan yang layak, dan penjagaan yang memadai, pengelolaan sampah kota tidak akan berjalan dengan baik. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan akibat buruknya tata kelola. Sementara itu, pihak media telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak DLH. Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan, perawatan aset, serta transparansi penggunaan anggaran pengelolaan TPA yang seharusnya dialokasikan setiap tahun. Publik mendesak agar pemerintah daerah bersama aparat pengawas internal segera melakukan audit dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan TPA Renah Kayu Embun.

Sumber : Kerinci Time

Baca Juga