Ternyata Berbahaya! Ini Efek Samping Matcha Jika Diminum Terlalu Sering

Menu Atas

Ternyata Berbahaya! Ini Efek Samping Matcha Jika Diminum Terlalu Sering

Portal Andalas
Rabu, 28 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Matcha merupakan minuman berbahan dasar teh hijau yang diolah menjadi bubuk halus. Minuman khas Jepang ini dikenal luas karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta beragam manfaat bagi kesehatan. Tak sedikit orang menjadikan matcha sebagai bagian dari gaya hidup sehat, baik dikonsumsi sebagai minuman maupun dicampurkan ke dalam berbagai olahan makanan. Meski memiliki banyak khasiat, konsumsi matcha juga tidak lepas dari potensi efek samping. Risiko ini umumnya muncul jika matcha dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Artikel ini mengulas sejumlah efek samping matcha yang perlu diketahui agar kamu bisa mengonsumsinya dengan lebih bijak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. 1. Gangguan fungsi hati Mengonsumsi matcha dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi kerja enzim hati dan proses detoksifikasi tubuh. Penurunan fungsi hati biasanya ditandai dengan nyeri di perut kanan atas, urine berwarna gelap, serta perubahan warna kulit atau mata menjadi kekuningan. Bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin minum matcha. 2. Risiko kejang Matcha mengandung kafein yang relatif lebih tinggi dibandingkan teh biasa. Asupan kafein berlebihan dapat memicu kejang akibat rangsangan berlebih pada sistem saraf pusat. Kondisi ini lebih berisiko pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan saraf seperti epilepsi. Selain itu, kafein juga dapat mengurangi efektivitas obat antikejang. Jika kamu pernah mengalami kejang, sebaiknya hindari matcha dan minuman berkafein tinggi atau konsultasikan dulu dengan tenaga medis. 3. Reaksi alergi Walaupun jarang terjadi, matcha juga berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Alergi muncul ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu, sehingga memicu respons alergi. Gejala alergi matcha bisa menyerang telinga, hidung, tenggorokan, sinus, kulit, hingga saluran pencernaan. Tanda-tandanya antara lain mata gatal dan berair, wajah membengkak, mulut terasa gatal, biduran, hidung meler, mual, diare, hingga mengi. 4. Tekanan darah meningkat Minum matcha dalam jumlah berlebihan dapat memicu kenaikan tekanan darah, terutama jika dilakukan secara terus-menerus. Hal ini berkaitan dengan kandungan kafein yang mampu merangsang sistem saraf. Selain itu, teh hijau juga berpotensi mengganggu kerja obat penurun tekanan darah. Oleh karena itu, orang dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung sebaiknya meminta saran dokter sebelum rutin mengonsumsi matcha. 5. Pusing dan gangguan saraf Kandungan kafein dalam matcha dapat menyebabkan pusing atau sensasi melayang jika dikonsumsi berlebihan. Kafein dapat mengurangi aliran darah ke otak dan sistem saraf pusat, sehingga memicu rasa tidak nyaman seperti mabuk perjalanan. Dalam kasus tertentu, konsumsi matcha juga dapat menyebabkan kebingungan, kejang, atau memperparah tinitus (telinga berdenging). Jika kamu memiliki keluhan tinitus, sebaiknya batasi asupan matcha dan sumber kafein lainnya. 6. Gangguan pembekuan darah Pada kondisi yang jarang, matcha dapat memengaruhi proses pembekuan darah. Senyawa di dalam matcha diketahui dapat menurunkan kadar fibrinogen, yaitu protein yang berperan penting dalam pembekuan darah. Selain itu, matcha juga dapat membuat darah menjadi lebih encer. Jika kamu memiliki gangguan pembekuan darah, sebaiknya hindari konsumsi matcha atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 7. Mual dan muntah Konsumsi matcha berlebihan juga bisa menyebabkan mual hingga muntah. Hal ini dipicu oleh kandungan tanin yang dapat mengikat protein di saluran pencernaan, sehingga memicu rasa mual dan gangguan pencernaan seperti sembelit. Bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein, minum matcha hingga empat cangkir per hari umumnya masih tergolong aman. Namun, bagi pemula, sebaiknya mulai dari satu cangkir per hari terlebih dahulu sambil melihat respons tubuh. Jika tidak muncul efek samping, jumlah konsumsi bisa ditingkatkan secara bertahap. Kesimpulannya, meskipun matcha kaya nutrisi dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Efek samping lebih berisiko muncul jika matcha diminum secara berlebihan. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan matcha sebagai bagian dari konsumsi harian.

Baca Juga