Terlalu Banyak Minum Kopi? Ini Efeknya ke Tubuh yang Jarang Disadari

Menu Atas

Terlalu Banyak Minum Kopi? Ini Efeknya ke Tubuh yang Jarang Disadari

Portal Andalas
Rabu, 28 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Bagi sebagian besar orang, menikmati secangkir kopi sudah menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan untuk mengawali aktivitas harian. Bahkan, karena rasanya yang nikmat, ngopi kerap dilakukan lebih dari sekali dalam sehari. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu rasa gelisah dan membuat tubuh terasa terlalu terstimulasi. Meski sering dianggap sepele, asupan kafein yang berlebihan bisa berdampak pada berbagai sistem tubuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sejumlah ahli gizi terdaftar (Registered Dietitians/RD) menjelaskan dampak konsumsi kopi berlebihan terhadap tubuh, cara meredakan gejalanya, serta langkah pencegahan agar tidak terulang. Dampak kebanyakan minum kopi pada tubuh Kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat dan sejumlah fungsi tubuh lainnya. Menurut Devon Golem, PhD, RD, LDN, konsumsi kafein lebih dari 400 miligram per hari—sekitar dua hingga tiga cangkir kopi ukuran 12 ons—dapat memicu berbagai keluhan, antara lain: Rasa gelisah dan gugup Jantung berdebar Sulit tidur Gangguan pada sistem pencernaan Tangan gemetar atau otot berkedut Peningkatan kecemasan Pada kadar yang jauh lebih tinggi, yakni di atas 1.200 miligram per hari, kafein bahkan berpotensi menimbulkan efek toksik seperti kejang. Ahli gizi Rhyan Geiger, RDN, menambahkan bahwa tingkat sensitivitas kafein berbeda-beda pada setiap orang. Meski demikian, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat tetap dianjurkan tidak melebihi 400 miligram per hari guna menghindari efek samping serius. Langkah yang bisa dilakukan saat kebanyakan ngopi Kelebihan kafein dalam tingkat ringan umumnya tidak mengancam nyawa, namun dapat membuat tubuh terasa sangat tidak nyaman. Beberapa cara berikut dapat membantu meredakan keluhan: 1. Hentikan konsumsi kafein sementara Gejala seperti tangan bergetar, dada berdebar, atau rasa cemas berlebihan menjadi tanda bahwa tubuh perlu istirahat dari kafein. Hentikan konsumsi kopi dan sumber kafein lainnya, termasuk teh, cokelat, minuman berenergi, serta obat-obatan tertentu yang mengandung kafein. 2. Perbanyak minum air putih Kafein bersifat diuretik sehingga dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Konsumsilah setidaknya 500 ml air putih, atau lebih jika diperlukan. Minuman yang mengandung elektrolit juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. 3. Konsumsi camilan atau makanan ringan Gejala akibat kafein cenderung lebih terasa saat diminum dalam kondisi perut kosong. Mengonsumsi makanan dengan kombinasi karbohidrat dan protein—seperti roti dengan selai kacang, yogurt dan buah, atau kacang-kacangan—dapat membantu menstabilkan respons tubuh terhadap kafein. 4. Bersabar dan biarkan tubuh memetabolisme kafein Tidak ada cara instan untuk mengeluarkan kafein dari tubuh. Umumnya, keluhan akan mereda dalam waktu sekitar 3 hingga 10 jam seiring proses alami metabolisme. 5. Lakukan aktivitas yang menenangkan Untuk meredakan rasa gelisah, beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain pernapasan dalam, mengompres kepala atau leher dengan air dingin, mendengarkan musik yang menenangkan, berjalan santai, atau melakukan aktivitas ringan yang membuat tubuh rileks. 6. Segera cari bantuan medis jika gejala berat Meskipun jarang terjadi, segera cari pertolongan medis jika muncul gejala serius seperti detak jantung tidak teratur, kecemasan berat, muntah berulang, atau kondisi bingung dan linglung. Tips agar tidak kelebihan kafein Agar kebiasaan minum kopi tetap sehat, para ahli gizi menyarankan beberapa langkah pencegahan, di antaranya memantau total asupan kafein harian dari berbagai sumber, memperhatikan ukuran gelas kopi yang sering kali lebih besar dari takaran standar, memberi jeda waktu antar cangkir, mengonsumsi air dan makanan sebelum minum kopi, serta membatasi konsumsi kafein pada sore dan malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur.

Baca Juga