Tangis Pecah di Rantau Alai, Bupati Merangin Antar Pemakaman Politisi Muda M. Yani

Menu Atas

Tangis Pecah di Rantau Alai, Bupati Merangin Antar Pemakaman Politisi Muda M. Yani

Portal Andalas
Sabtu, 17 Januari 2026
Bagikan:

Bangko – Suasana haru menyelimuti Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, saat Bupati Merangin M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh menghadiri prosesi pemakaman almarhum M. Yani pada Jumat (16/1).

Almarhum diketahui merupakan anggota DPRD Merangin sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Merangin. Ia wafat pada usia 47 tahun.
Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Baitul Makmur usai salat Jumat, kemudian diantar ke pemakaman umum di desa setempat untuk peristirahatan terakhir.

Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat, mulai dari jajaran anggota DPRD Merangin, pejabat Pemerintah Kabupaten Merangin, Ketua KPU Albert Risman, Ketua Bawaslu Himun Zuhri, hingga tokoh agama terkemuka Buya Satar Saleh yang turut memberikan penghormatan terakhir.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya sosok yang dikenal konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Selama saya mengenal beliau, almarhum adalah pribadi yang baik, santun dalam bertutur kata, serta termasuk tokoh politik muda Merangin yang teguh dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar M. Syukur di hadapan para pelayat.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidup, baik sebagai pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Kita semua menjadi saksi bahwa almarhum Muhammad Yani adalah orang baik,” tambahnya.
M. Yani tercatat memiliki perjalanan panjang di dunia legislatif Merangin. Ia dipercaya menjabat sebagai wakil rakyat selama dua periode, yakni 2019–2024 dan kembali terpilih untuk masa jabatan 2024–2029. Dedikasi dan komitmennya menjadikannya salah satu figur politisi muda yang disegani di daerah tersebut.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan di parlemen, tetapi juga bagi masyarakat Batang Masumai yang selama ini diwakilinya.

Baca Juga