Sekolah Tak Lagi Kondusif? Kericuhan Guru dan Siswa di Tanjabtim Jadi Sorotan

Menu Atas

Sekolah Tak Lagi Kondusif? Kericuhan Guru dan Siswa di Tanjabtim Jadi Sorotan

Portal Andalas
Kamis, 15 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Jagat maya di Provinsi Jambi tengah ramai membicarakan sebuah video yang menampilkan situasi tegang hingga berujung ricuh antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di Kecamatan Berbak. Rekaman berdurasi sekitar 3 menit 28 detik itu menyebar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam video tersebut, tampak seorang tenaga pendidik terlibat perdebatan sengit dengan beberapa murid di area sekolah. Adu argumen yang awalnya hanya berupa pertengkaran lisan, perlahan berkembang menjadi keributan fisik. Bahkan, guru tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok siswa. Informasi yang beredar menyebutkan, peristiwa itu bermula dari ucapan guru yang dianggap melukai perasaan siswa. Pernyataan yang dikaitkan dengan kondisi ekonomi orang tua murid, serta penggunaan istilah yang dinilai merendahkan, memicu kemarahan dan reaksi emosional dari para pelajar. Tak berhenti di situ, beredar pula video lanjutan yang memperlihatkan guru bersangkutan memegang senjata tajam jenis celurit. Tayangan tersebut semakin memperbesar kekhawatiran publik terkait aspek keamanan dan kenyamanan di lingkungan pendidikan. Menindaklanjuti viralnya kejadian tersebut, guru berinisial AS mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pada Rabu (14/1/2026). Kedatangannya dimaksudkan untuk menyampaikan pengaduan sekaligus meminta perlindungan serta kejelasan terkait jaminan keselamatan dirinya. AS mengaku merasa terancam dan diliputi kekhawatiran pascakejadian. Menurutnya, kondisi sosial dan letak geografis wilayah tempat ia mengajar berpotensi memperbesar risiko terhadap keselamatannya. “Hingga saat ini saya belum memperoleh kepastian terkait jaminan keamanan. Saya merasa khawatir, baik dari sisi keselamatan, kesehatan, maupun potensi perundungan. Oleh karena itu, saya memilih melaporkan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sejatinya dijadwalkan mengikuti proses mediasi bersama pihak sekolah dan Polsek Berbak. Namun, karena belum adanya kepastian perlindungan keamanan, ia memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan tersebut. Selain itu, AS menyinggung perilaku sebagian siswa yang dinilainya kerap sulit dibina, kurang disiplin, serta tidak mengindahkan teguran maupun pembinaan terkait etika dan sikap saling menghormati terhadap guru. Menanggapi video yang menampilkan dirinya membawa celurit, AS menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah ia mengalami dugaan pengeroyokan. Situasi disebutnya semakin memanas ketika sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah dan ikut terseret dalam ketegangan. “Rekaman itu diambil setelah saya dikeroyok. Saat itu suasana menjadi semakin tidak terkendali karena ada wali murid yang datang dan sempat terjadi saling tantang. Saya memegang celurit semata-mata untuk membubarkan massa dan mencegah tindakan anarkis,” terang AS. Ia menegaskan tidak memiliki niat melakukan perbuatan melanggar hukum serta memastikan tidak ada penggunaan senjata tajam dalam insiden tersebut. Di sisi lain, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya kejadian di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Pihak kepolisian, kata dia, akan mengutamakan penyelesaian melalui mekanisme mediasi dengan melibatkan pihak sekolah, guru, orang tua siswa, serta unsur Forkopimcam. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyita perhatian publik. Diharapkan semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian yang arif dan bijaksana demi menjaga keamanan serta kelangsungan proses belajar-mengajar di lingkungan sekolah.

Baca Juga