Sungai Penuh – Roro Tenty resmi terpilih sebagai Ketua Regio 4 Jaringan Sekolah Alam Nasional (JSAN). Terpilihnya sosok yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis alam ini membawa harapan baru bagi kemajuan sekolah alam agar semakin berkembang, melejit, dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Regio 4 JSAN sendiri membawahi sejumlah wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sekolah alam sebagai alternatif pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kecakapan hidup peserta didik.
Dalam pernyataannya, Roro Tenty menegaskan bahwa sekolah alam hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang tidak semata-mata berorientasi pada angka di rapor, tetapi juga pada pembentukan kepribadian, kemandirian, dan kepedulian sosial siswa.
“Sekolah alam menempatkan anak sebagai subjek pembelajaran. Anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam, eksperimen, kegiatan kepemimpinan, dan proyek-proyek nyata yang membentuk karakter,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kepemimpinannya di Regio 4 JSAN, pihaknya akan mendorong penguatan jejaring antar sekolah alam, peningkatan kualitas pendidik, serta memperluas literasi publik agar masyarakat semakin memahami manfaat pendidikan berbasis alam.
Menurut Roro, tantangan utama sekolah alam saat ini adalah masih adanya anggapan bahwa keberhasilan pendidikan hanya diukur dari nilai akademik. Padahal, dunia masa depan membutuhkan generasi yang adaptif, kreatif, mampu memimpin, dan memiliki empati yang kuat.
“Kita ingin menghadirkan pendidikan yang menyenangkan, bermakna, dan membekali anak dengan pengalaman hidup, bukan sekadar hafalan,” tambahnya.
Sejumlah pengelola sekolah alam menyambut positif terpilihnya Roro Tenty sebagai Ketua Regio 4 JSAN. Mereka optimistis kepemimpinan baru ini dapat membawa semangat kolaborasi, inovasi program, serta memperkuat eksistensi sekolah alam di tengah masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, JSAN Regio 4 diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pendidikan yang lebih humanis, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap model pendidikan alternatif yang berkualitas.
