Ratusan Petugas Kebersihan Kepung Tugu Keris, Minta Gaji Naik Setara UMP

Menu Atas

Ratusan Petugas Kebersihan Kepung Tugu Keris, Minta Gaji Naik Setara UMP

Portal Andalas
Rabu, 07 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Di tengah maraknya keluhan warga soal persoalan sampah, ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye Kota Jambi justru turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. Aksi unjuk rasa digelar di kawasan Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026). Dalam aksi tersebut, para petugas menuntut peningkatan penghasilan yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja yang mereka pikul. Mereka berharap gaji yang diterima dapat disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). “Kami minta gaji dinaikkan, kalau bisa setara UMP,” ujar salah satu petugas kebersihan saat berorasi. Ia menilai, upah yang mereka terima saat ini masih jauh tertinggal dibandingkan pekerja di sektor lain. “Pekerja bangunan saja bisa mendapat Rp150 ribu per hari, kenek minimal Rp100 ribu,” tuturnya. Wali Kota Jambi, dr. Maulana, turun langsung menemui massa aksi dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Menurut Maulana, tuntutan para petugas kebersihan sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Jambi ke depan. “Apa yang mereka sampaikan itu baik dan memang sudah masuk dalam rencana kami. Salah satunya dengan mengalihkan operasional armada lama ke kendaraan listrik,” kata Maulana. Ia menjelaskan, ke depan sistem pengelolaan sampah akan mengalami perubahan, termasuk pola kerja armada pengangkut. Operasional nantinya berbasis jarak tempuh menggunakan kendaraan listrik yang dilengkapi sistem GPS. “Armada akan menggunakan kendaraan listrik dan GPS, sehingga pergerakan bisa terpantau. Dengan sistem ini, anggaran BBM dan biaya perawatan bisa dihilangkan,” jelasnya. Penghematan dari pos BBM dan perawatan kendaraan tersebut, lanjut Maulana, akan dialokasikan untuk peningkatan gaji serta kesejahteraan petugas kebersihan. Pemerintah Kota Jambi juga telah menyiapkan anggaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para petugas. Selain itu, Maulana turut menyinggung persoalan rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. “Kami juga mendengar keluhan mereka. Masalahnya, masyarakat masih kurang disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tapi tak lama kemudian kembali dipenuhi sampah,” ujarnya. Terkait tuntutan kenaikan gaji, Maulana memastikan pemerintah akan melakukan penghitungan dan penyesuaian anggaran. “Kenaikan gaji akan kami kaji. Bisa saja menggunakan anggaran dari pos lain, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT),” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengungkapkan jumlah petugas kebersihan di Kota Jambi saat ini sekitar 1.100 orang. Rinciannya, gaji sopir sebesar Rp85.750 per hari, kru Rp65.750 per hari, dan petugas penyapu Rp65.250 per hari. Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para petugas berharap komitmen pemerintah benar-benar direalisasikan agar kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Baca Juga