Tanaman dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara alami untuk membantu mencegah demam berdarah (DBD). Saat musim hujan tiba, kewaspadaan terhadap genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk perlu semakin ditingkatkan.
Selain rutin menjaga kebersihan lingkungan, Anda juga bisa memanfaatkan jenis tanaman tertentu sebagai pelindung alami dari nyamuk sekaligus memperindah tampilan rumah. Tanaman-tanaman ini menghasilkan aroma khas yang tidak disukai nyamuk, tetapi justru memberikan efek segar dan menenangkan bagi manusia.
Menggunakan tanaman pengusir nyamuk menjadi pilihan bijak untuk mengurangi ketergantungan pada obat nyamuk berbahan kimia yang sering beraroma tajam. Dengan menata tanaman hijau di titik strategis seperti dekat pintu, jendela, atau teras, rumah akan tampak lebih indah sekaligus memberi perlindungan ekstra bagi keluarga dari risiko DBD yang cenderung meningkat saat musim hujan.
1. Lavender (Lavandula)
Dikutip dari Garden Design, Selasa (20/1/2026), lavender telah lama dijuluki sebagai tanaman andalan pengusir nyamuk. Daunnya mengandung minyak esensial yang mengeluarkan wangi lembut dan menenangkan bagi manusia, namun tidak disukai oleh serangga. Aroma lavender bahkan diyakini mampu mengacaukan kemampuan nyamuk dalam mendeteksi mangsanya.
Di Indonesia, lavender kerap ditanam dalam pot dan diletakkan di dekat jendela kamar agar wanginya membantu kualitas tidur sekaligus menghalau nyamuk. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh dan media tanam dengan drainase baik, sehingga cocok ditempatkan di balkon atau teras yang terkena cahaya langsung.
2. Serai Wangi atau Citronella (Cymbopogon nardus)
Serai wangi merupakan bahan utama yang sering digunakan dalam produk anti-nyamuk seperti lilin dan semprotan. Aromanya yang segar menyerupai jeruk terbukti efektif menjauhkan nyamuk, terutama di area luar ruangan. Bentuknya yang mirip rumput tinggi juga memberikan nuansa tropis yang menarik untuk taman.
Tanaman ini mudah dirawat dan cukup tahan terhadap iklim tropis. Anda dapat menanamnya di pot besar dan meletakkannya di dekat pintu atau teras. Selain berfungsi sebagai pengusir nyamuk, serai juga bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.
3. Rosemary (Salvia rosmarinus)
Rosemary dikenal sebagai tanaman herbal yang sering digunakan untuk memasak, sekaligus efektif menghalau nyamuk. Aromanya yang kuat dan bernuansa kayu membuat serangga enggan mendekat, sehingga cocok ditempatkan di dapur atau area makan terbuka.
Selain nyamuk, rosemary juga mampu mengusir beberapa jenis lalat. Tanaman ini tumbuh optimal di lingkungan yang panas dan kering. Pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk akibat genangan air.
4. Selasih atau Basil (Ocimum basilicum)
Tidak seperti tanaman lain yang perlu diremas untuk mengeluarkan aroma, basil secara alami sudah memancarkan bau tajam yang tidak disukai nyamuk dan lalat.
Tanaman ini menyukai kelembapan dan paparan sinar matahari yang cukup. Anda dapat menanamnya bersama tanaman hias lain dalam satu pot besar untuk menciptakan taman mini yang rimbun. Selain membantu mengusir nyamuk, daun basil juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan.
5. Marigold atau Bunga Tahi Ayam (Tagetes)
Marigold cocok bagi Anda yang menyukai tanaman berbunga cerah dengan warna kuning dan oranye. Aromanya tidak disukai nyamuk serta beberapa hama tanaman lainnya. Marigold sering ditanam di tepi taman atau diletakkan dalam pot dekat pintu masuk.
Tanaman ini mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Selain mempercantik halaman, marigold juga berfungsi sebagai pelindung alami bagi tanaman lain dari serangan serangga.
6. Mint (Mentha)
Mint termasuk tanaman pengusir nyamuk yang aman dan tidak beracun. Semakin kuat aroma daunnya, semakin efektif pula kemampuannya menghalau nyamuk, lalat, bahkan semut. Mint cocok ditanam di pot kecil dan diletakkan di balkon atau teras.
Selain sebagai pengusir serangga, daun mint bisa dipetik untuk campuran minuman atau teh. Daun keringnya juga dapat dijadikan pengharum ruangan alami.
7. Geranium Citronella (Pelargonium)
Geranium digemari karena bentuk daun dan bunganya yang menarik. Beberapa jenis geranium menghasilkan aroma lemon yang kuat, mirip serai, yang sangat tidak disukai nyamuk.
Tanaman ini tumbuh cepat dan menyukai tempat yang terang namun sejuk. Geranium dapat ditempatkan dalam pot gantung atau di meja teras untuk mempercantik rumah sekaligus mengurangi gangguan nyamuk.
8. Bawang Putih dan Allium Hias (Allium)
Tanaman dari keluarga bawang memiliki aroma sulfur yang tajam dan cenderung dihindari nyamuk. Meski baunya kurang lembut bagi manusia, Allium hias memiliki bentuk bunga unik yang menarik sebagai elemen dekorasi taman.
Menanamnya di pekarangan dapat membantu menciptakan perlindungan alami dari serangga. Selain mengusir nyamuk, Allium juga mampu melindungi tanaman lain dari berbagai hama.
