Portalandalas.com - Sudah satu pekan berlalu sejak 13 Januari 2026, Xabi Alonso resmi meninggalkan posisinya sebagai pelatih utama Real Madrid.
Spekulasi terkait kepergiannya pun beragam; ada yang menyebut ia dipecat, sementara sebagian lainnya mengabarkan bahwa perpisahan terjadi atas kesepakatan bersama. Terlepas dari itu, masa bakti Alonso di Santiago Bernabeu terhitung singkat, hanya tujuh bulan.
Selama memimpin Madrid, Alonso belum berhasil mempersembahkan satu pun trofi. Keputusannya hengkang juga tak lepas dari kegagalan tim di final Piala Super Spanyol 2026, di mana Los Blancos kalah tipis 2-3 dari rival abadi mereka, Barcelona.
Isu pergantian pelatih sebenarnya sudah muncul sejak menjelang final Piala Super Spanyol, menyusul ketegangan di ruang ganti dan hubungan yang kurang harmonis dengan beberapa pemain bintang. Pada akhirnya, mantan gelandang flamboyan La Furia Roja itu memilih meninggalkan klub ibu kota Spanyol.
Salah satu pemain kunci Madrid, Kylian Mbappe, memberikan klarifikasi terkait rumor yang menyebut banyak pemain bermasalah dengan Alonso. Mbappe menegaskan bahwa skuad Real Madrid tidak memiliki masalah dengan pelatih asal Spanyol itu. Ia juga menyayangkan kepergian Alonso sebelum tim meraih gelar juara.
“Mengatakan bahwa Xabi Alonso tidak sukses bukanlah kebenaran. Dia pergi sebelum kami menjuarai apa pun. Satu-satunya kekalahan terjadi di Supercopa saat dia masih bersama kami,” kata Mbappe, dikutip dari cuitan Fabrizio Romano di X. “Xabi adalah pelatih yang luar biasa, dan saya memiliki hubungan sangat baik dengannya.”
Sementara itu, Real Madrid kini ditangani sementara oleh kompatriot Alonso, Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya menukangi Real Castilla. Masa jabatan interim Arbeloa berlaku hingga musim 2025-2026 berakhir.
Hingga kini, manajemen Madrid belum memutuskan siapa pelatih permanen berikutnya, meski satu nama kuat, Juergen Klopp, dikabarkan menjadi kandidat utama untuk menangani tim utama di musim depan.

