Portalandalas.com - Masih banyak orang yang meyakini bahwa penderita diabetes sebaiknya menghindari buah sama sekali. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Buah tetap memiliki peran penting dalam pola makan sehat karena mengandung vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh.
Namun demikian, tidak semua buah aman dikonsumsi tanpa batas oleh penderita diabetes. Beberapa jenis buah memiliki kandungan gula alami yang tinggi atau nilai indeks glikemik (GI) dan beban glikemik (GL) yang cukup besar, sehingga berisiko menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Karena itu, penderita diabetes perlu cermat dalam memilih buah—mana yang masih boleh dikonsumsi dalam porsi terbatas dan mana yang sebaiknya dibatasi.
1. Semangka
Semangka memang menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Sayangnya, buah ini memiliki GI yang cukup tinggi, yakni sekitar 75, sehingga gula darah bisa naik dengan cepat. Meski begitu, GL semangka tergolong rendah, sekitar 5,6, karena kandungan karbohidratnya tidak terlalu banyak. Artinya, semangka masih relatif aman jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, terutama bagi orang tanpa diabetes.
2. Leci
Leci, khususnya yang dikemas dalam kaleng, mengandung kadar gula yang tinggi. GI-nya mencapai 79 dengan GL sekitar 14,8, sehingga berpotensi memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan. Leci segar memang lebih baik karena GI-nya sedang, sekitar 57, tetapi tetap disarankan untuk membatasi porsinya. Jadi, jika ingin mengonsumsi leci, pilih yang segar dan jangan berlebihan.
3. Mangga
Mangga matang dikenal dengan rasa manisnya yang menggoda. Namun, buah ini termasuk tinggi gula dan memiliki GI yang relatif tinggi. Dalam satu cangkir irisan mangga saja terkandung sekitar 23 gram gula. Bagi penderita diabetes, konsumsi mangga yang terlalu sering dapat membuat kadar gula darah sulit dikendalikan. Oleh karena itu, mangga sebaiknya dinikmati dalam porsi kecil saja.
4. Anggur
Anggur praktis dan enak dikonsumsi, tetapi setiap butirnya mengandung fruktosa yang cepat diserap tubuh. Rendahnya kandungan serat membuat gula dalam anggur langsung masuk ke aliran darah, sehingga gula darah bisa naik dengan cepat. Anggur bukan untuk dihindari sepenuhnya, namun konsumsinya perlu dibatasi dan sebaiknya tidak dimakan dalam jumlah banyak sekaligus.
5. Nanas
Nanas memiliki cita rasa manis dan asam yang menyegarkan. Namun, satu cangkir potongan nanas mengandung sekitar 16 gram gula. Ditambah lagi, GI nanas tergolong tinggi sehingga mudah dicerna dan berpotensi menaikkan gula darah. Jika ingin mengonsumsi nanas, sebaiknya dalam porsi kecil dan hindari mengonsumsinya dalam bentuk jus.
6. Kurma
Kurma sering dijadikan sumber energi instan, terutama saat berpuasa. Meski bermanfaat, kandungan gulanya sangat tinggi. Satu butir kurma bisa mengandung sekitar 16 gram gula, dengan GI sekitar 70 dan GL yang sangat tinggi, mencapai 48,4. Kondisi ini membuat kurma berisiko memicu lonjakan gula darah. Oleh karena itu, konsumsinya harus sangat dibatasi.
7. Melon Jingga
Melon jingga memiliki GI sedang hingga tinggi, sekitar 60–69. Namun, karena kandungan airnya cukup tinggi, GL-nya relatif rendah, yakni sekitar 9. Artinya, melon jingga masih dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam porsi kecil. Meski demikian, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan jika ragu.
Secara keseluruhan, buah memang menyehatkan, tetapi bagi penderita diabetes, kunci utamanya adalah mengontrol porsi. Buah-buah seperti semangka, leci, mangga, anggur, nanas, kurma, dan melon jingga dapat menyebabkan kenaikan gula darah bila dikonsumsi berlebihan. Bukan berarti buah-buah ini harus dihindari sepenuhnya, melainkan perlu dikonsumsi dengan bijak. Dengan pemilihan buah yang tepat dan porsi yang terkontrol, penderita diabetes tetap bisa menikmati buah tanpa khawatir kadar gula darah melonjak.

