Kemensos Gaspol! Sekolah Rakyat Dibangun di Hampir Seluruh Provinsi

Menu Atas

Kemensos Gaspol! Sekolah Rakyat Dibangun di Hampir Seluruh Provinsi

Portal Andalas
Selasa, 13 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas nasional di sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Seleksi penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027 direncanakan dimulai pada Februari 2026, seiring dimulainya pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara bertahap untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. “Mulai Februari kita akan masuk tahap seleksi siswa baru, baik SD, SMP, maupun SMA. Jumlahnya menyesuaikan dengan gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Jumat, seperti dikutip dari Antara. Ia mengungkapkan, pada 2026 pemerintah menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat yang pelaksanaannya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan tersebut akan tersebar hampir di seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu wilayah 3T yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Penyebaran lokasi ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke daerah terpencil. Setiap gedung Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa, dengan kapasitas penerimaan sekitar 300 siswa baru setiap tahun untuk tiga jenjang pendidikan. Jika sekitar 100 sekolah baru mulai beroperasi, maka diperkirakan jumlah siswa baru yang dapat diterima mencapai 30 ribu orang per tahun. Jumlah tersebut akan ditambah dengan sekitar 15 ribu siswa dari Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan sebelumnya. Dengan demikian, total peserta didik baru Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027 diproyeksikan mencapai 45 ribu siswa. “Pada 2027, kapasitas penerimaan diperkirakan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi,” ujar Saifullah Yusuf. Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin. Program ini menyasar anak-anak yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan terpadu. Program ini terintegrasi dengan berbagai kebijakan strategis pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, kepesertaan PBI-JK, penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih, hingga keterkaitan dengan Program 3 Juta Rumah bagi keluarga penerima manfaat. Data Kemensos mencatat, hingga 2025 telah berdiri 166 Sekolah Rakyat rintisan di berbagai daerah dengan daya tampung sekitar 16 ribu siswa. Sekolah-sekolah tersebut didukung oleh sekitar 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Kemensos memastikan seluruh Sekolah Rakyat akan dilengkapi sarana pembelajaran modern, seperti papan interaktif digital, laptop berakses internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara anak-anak dari keluarga kurang mampu dan siswa di sekolah unggulan. Untuk sementara, Sekolah Rakyat rintisan masih memanfaatkan fasilitas milik Kemensos, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, serta aset pemerintah daerah. Ke depan, gedung Sekolah Rakyat permanen akan dibangun oleh pemerintah pusat di atas lahan yang disiapkan pemerintah daerah. Melalui program ini, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi sarana mobilitas sosial yang memberi peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk keluar dari jerat kemiskinan struktural dan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga