Drama Final Afcon 2025! Mane Tolak Boikot, Senegal Justru Jadi Juara

Menu Atas

Drama Final Afcon 2025! Mane Tolak Boikot, Senegal Justru Jadi Juara

Portal Andalas
Selasa, 20 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Sadio Mane sukses mengantarkan Timnas Senegal meraih gelar juara Piala Afrika (Afcon) 2025. Pada partai puncak yang digelar Minggu (18/1/2026) di Rabat, Singa Teranga menundukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0. Pertandingan final tersebut diwarnai ketegangan dan drama hingga menit-menit akhir. Pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-90+3, Senegal sempat menjebol gawang Maroko lewat sundulan Ismaila Sarr. Namun gol itu dianulir wasit setelah menilai Abdoulaye Seck melakukan pelanggaran terhadap Achraf Hakimi sebelum terjadinya gol. Empat menit berselang, keputusan kontroversial kembali muncul. Wasit menghadiahi Maroko tendangan penalti usai menilai Malick Diouf melanggar Brahim Diaz di area terlarang. Keputusan itu memicu kemarahan para pemain Senegal yang merasa dirugikan. Sebagian besar penggawa Senegal bahkan menolak melanjutkan pertandingan dan memilih masuk ke ruang ganti sebagai bentuk protes. Di tengah situasi panas tersebut, Sadio Mane justru tetap berada di lapangan. Mantan pemain Liverpool itu kemudian berperan besar meredakan ketegangan. Mane membujuk rekan-rekannya agar kembali ke lapangan dan mendatangi tribun suporter Senegal untuk meminta para pendukung tetap tenang. Setelah laga tertunda cukup lama, Senegal akhirnya bersedia melanjutkan pertandingan dan penalti Maroko pun dieksekusi oleh Brahim Diaz. Namun eksekusi Panenka yang dilakukan Diaz berakhir sia-sia setelah dengan mudah digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy. Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal 2x45 menit usai. Pada awal babak perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-94, Pape Gueye mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan Senegal atas Maroko. Hasil tersebut memastikan Senegal kembali menjadi penguasa sepak bola Afrika untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, setelah sebelumnya meraih gelar serupa pada edisi 2021. Sebelum laga final, Sadio Mane telah menegaskan bahwa Piala Afrika 2025 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama tim nasional. Perpisahan itu pun terasa sempurna, karena Mane tidak hanya mengangkat trofi juara, tetapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afcon 2025. Aksi kepemimpinan Mane di partai final langsung menuai pujian dari para legenda sepak bola Afrika. Turnamen yang berlangsung selama satu bulan dengan sajian laga-laga menarik itu nyaris tercoreng oleh potensi boikot pemain Senegal di final. Namun peran Mane dianggap menyelamatkan martabat sepak bola Afrika. Ia dipuji karena berhasil mengajak timnya kembali bermain meski merasa dirugikan oleh keputusan wasit. “Sadio Mane adalah bintang sejati sepak bola Afrika. Dia sejajar dengan nama-nama terbaik,” ujar mantan striker Nigeria, Efan Ekoku, kepada BBC. Mantan pemain Maroko, Hassan Kachloul, juga melontarkan pujian serupa. “Satu-satunya pemain Senegal yang benar-benar saya perhatikan adalah Sadio Mane. Apa yang terjadi di final menunjukkan betapa besar sosoknya,” katanya. “Dia mendatangi ruang ganti dan membawa para pemain Senegal kembali ke lapangan. Saat itu, nama sepak bola Afrika hampir tercoreng, bahkan sepak bola dunia seperti kalah. Sadio Mane-lah yang memperbaikinya,” lanjut Kachloul. Pujian juga datang dari mantan penyerang Nigeria, Daniel Amokachi. “Sadio Mane melangkah sangat jauh demi membawa timnya kembali bertanding, dan tindakannya itu terbayar. Dia adalah duta sepak bola sejati. Kita sudah tahu kepribadiannya di luar lapangan, dan dia benar-benar memahami makna sepak bola yang sesungguhnya.”

Baca Juga