Portalandalas.com - Cuaca ekstrem masih melanda sejumlah wilayah di Tanah Air. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun dalam waktu lama, disertai angin kencang dan kilat, mulai menghambat aktivitas masyarakat sekaligus memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam sepekan ke depan. Pasalnya, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG, Rifda Novikarany, menyebut kawasan Indonesia bagian selatan menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.
“Wilayah yang perlu diwaspadai saat ini berada di Indonesia bagian selatan,” kata Rifda dalam program Sapa Siang KompasTV, Rabu (21/1/2026).
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas tinggi akan melanda sejumlah wilayah, di antaranya Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut BMKG, potensi hujan lebat ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan berlanjut sepanjang pekan ini.
“Dalam sepekan ke depan, potensi hujan berintensitas tinggi masih cukup besar,” ujar Rifda.
Ia menambahkan, beberapa daerah bahkan berpeluang mengalami hujan sangat lebat, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur.
BMKG menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan erat dengan karakter musim penghujan yang masih berlangsung pada Januari. Tingkat kelembapan udara yang tinggi membuat durasi hujan cenderung lebih lama.
“Januari masih berada dalam puncak musim hujan, sehingga faktor kebasahan cukup tinggi dan hujan dapat terjadi dengan durasi panjang,” jelas Rifda.
Kondisi cuaca ini diperkirakan masih berlanjut hingga Februari, dengan potensi hujan deras yang disertai petir, kilat, dan angin kencang.
BMKG juga menilai wilayah Pulau Jawa memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
“Di beberapa lokasi sudah terjadi genangan, banjir, hingga tanah longsor,” ungkap Rifda.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap dampak lanjutan akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain:
Memastikan saluran drainase bersih dan tidak tersumbat
Menjaga kondisi lingkungan agar mampu menampung air hujan
Menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh saat hujan disertai petir dan angin kencang
Rutin memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG
Selalu membawa perlengkapan hujan seperti jas hujan atau payung untuk mengantisipasi hujan tiba-tiba
BMKG menegaskan akan terus menyampaikan peringatan dini apabila terdeteksi potensi cuaca ekstrem yang signifikan, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan.

